JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya memperkuat kembali nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam memastikan kebudayaan nasional tetap relevan di tengah perubahan zaman,” ujar Fadli Zon dalam keterangan pers, Sabtu (1/6).
Fadli mencontohkan Kalimantan Timur sebagai wilayah yang kaya akan warisan budaya, mulai dari lukisan prasejarah Gua Sangkulirang yang berusia 40.000 tahun, jejak Kerajaan Kutai, hingga tradisi lokal seperti Tana Ulen, Pelas Tahun, dan Mapalus.
Ia menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kebudayaan—yang kini berdiri sebagai kementerian tersendiri sejak 79 tahun kemerdekaan—berkomitmen memperkuat harmoni antara budaya, alam, dan kehidupan masyarakat.
“Kebudayaan bukan hanya perekat identitas nasional, tapi juga kontribusi Indonesia bagi peradaban dunia,” tegas Fadli.
Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan UUD 1945 Pasal 32 yang menegaskan komitmen negara dalam memajukan kebudayaan nasional. Selain itu, Pasal 28I ayat (3) menegaskan perlindungan terhadap identitas budaya dan hak masyarakat adat.
Dalam kunjungan ke Kalimantan Timur, Fadli juga menyampaikan pentingnya kehadiran lebih banyak museum sebagai ruang edukasi dan pelestarian sejarah lokal. Ia berharap pemerintah daerah turut aktif mengembangkan narasi peradaban lokal melalui museum.
Ia juga memaparkan bahwa Dana Indonesiana—dana abadi kebudayaan senilai Rp5 triliun—telah disiapkan dan dapat diakses oleh individu, komunitas, hingga lembaga budaya dalam 11 kategori pendanaan.
“Visi besar kita adalah menjadikan Indonesia sebagai Ibu Kota Kebudayaan Dunia, melalui gagasan Reinventing Indonesian Identity. Ini hanya bisa dicapai lewat komitmen seluruh elemen bangsa,” ujar Fadli.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Fadli Zon memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Jumat (30/5), bertajuk “Menggali Kearifan Lokal: Perbandingan Hukum Adat dan Kearifan Lokal dalam Masyarakat Modern”.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Wali Kota Samarinda H. Abdullah, civitas akademika UMKT, pimpinan wilayah Muhammadiyah Kaltim, serta perwakilan Kesultanan Paser, Dewan Adat Kutai, dan tokoh budaya Kalimantan Timur. (rdr/ant)






