BOLA, RADARSUMBAR.COM – Semen Padang FC (SPFC) menutup musim 2024/2025 dengan perjuangan keras untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sebagai tim promosi, “Kabau Sirah” menghadapi tantangan berat sepanjang musim, namun berhasil menghindari degradasi berkat performa impresif di akhir kompetisi.
Setelah memastikan bertahan di Liga 1, desas desus terkait pemain Semen Padang FC di kompetisi Liga 1 musim depan masih dalam tanda tanya.
Menjelang musim baru, penasihat klub Andre Rosiade mengungkapkan bahwa Tim Kabau Sirah berencana mempertahankan lima pemain asing: Filipe Chaby, Alhassan Wakaso, Cornelius Stewart, Tin Martić dan Arthur Augusto.
Sementara itu, kontrak Kim Min-gyu, Bruno Gomes dan Marco Baixinho kemungkinan tidak diperpanjang. Klub juga berencana memberikan kejutan di bursa transfer untuk memperkuat skuad menghadapi musim depan.
Selain itu, coach Eduardo Almeida yang juga dipastikan oleh Andre Rosiade bertahan diminta untuk melakukan revolusi besar-besaran di dalam tim dan mencari pemain yang bisa bersaing di Liga 1 musim depan.
Perjuangan Semen Padang FC sendiri terseok di awal Liga 1 2024/25 digelar. Di awal musim mereka diwarnai hasil buruk, termasuk kekalahan telak 1-8 dari Dewa United pada Oktober 2024.
Hingga pekan ke-16, mereka hanya meraih dua kemenangan dan terpuruk di zona degradasi. Juga tidak bisa berbuat banyak lantaran pemilihan pemain yang tidak sesuai.
Performa tim mulai membaik pada paruh kedua musim. Kemenangan penting diraih saat mengalahkan Borneo FC 3-1 di Samarinda, dengan dua gol dari Bruno Gomes.
Mereka juga mencatat kemenangan dramatis 4-2 atas PSS Sleman, di mana empat gol dicetak oleh Cornelius Stewart, Tin Martić, dan Bruno Gomes.
Salah satu momen krusial terjadi saat Semen Padang mengalahkan Persita Tangerang 2-0 di Stadion Haji Agus Salim, kemenangan kandang pertama mereka musim ini . Gol dicetak oleh Rosad Setiawan dan Cornelius Stewart.
Pada pekan terakhir, mereka memastikan kelangsungan di Liga 1 dengan kemenangan 2-0 atas Arema FC, berkat gol dari Filipe Chaby dan Muhammad Ridwan. (rdr)




