BISNIS

Presiden Prabowo Setujui Huayou Gantikan LG di Proyek Baterai Listrik Rp155 Triliun

0
×

Presiden Prabowo Setujui Huayou Gantikan LG di Proyek Baterai Listrik Rp155 Triliun

Sebarkan artikel ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) (kanan) saat memberikan pernyataan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/5/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden RI Prabowo Subianto resmi menyetujui konsorsium Huayou menggantikan LG Energy Solution dalam proyek strategis nasional pengembangan baterai kendaraan listrik senilai 9,8 miliar dolar AS (sekitar Rp155 triliun).

Persetujuan ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/5).

“Sudah diputuskan oleh Bapak Presiden. Sekarang sudah konsorsium Huayou, dan ini siap untuk dilakukan groundbreaking,” kata Bahlil.

Dalam struktur proyek ini, BUMN tetap memegang saham mayoritas 51 persen di sektor hulu. Sementara untuk skema joint venture (JV) di sektor hilir, porsi saham saat ini masih di angka 30 persen, namun Pemerintah mendorong kenaikan menjadi 40–50 persen, melalui partisipasi Badan Pengelola Investasi Danantara.

LG Dibatalkan, Bukan Mundur

Bahlil juga meluruskan kabar yang menyebut LG mundur dari proyek ini.

“LG tidak keluar. Tapi saya sebagai Ketua Satgas waktu itu yang memutuskan untuk membatalkan karena terlalu lama. Lalu kami bersama Pak Rosan dan Pak Erick Thohir mencari penggantinya, dan jatuh pada Huayou,” jelasnya.

Proyek ini ditargetkan menghasilkan 30 GWh baterai kendaraan listrik. LG sebelumnya telah menyelesaikan pembangunan kapasitas 10 GWh pertama. Sisanya, 20 GWh, akan dilanjutkan oleh Huayou.

Hingga kini, investasi yang telah masuk mencapai 1,2 miliar dolar AS (sekitar Rp20,2 triliun). Huayou akan mengisi porsi terbesar dari sisa investasi, yaitu 8,6 miliar dolar AS (sekitar Rp145,2 triliun). (rdr/ant)