TANAH DATAR

Pemkab Tanah Datar Luncurkan Wisata Petik Melon, Andalkan Budidaya Modern dalam Screen House

0
×

Pemkab Tanah Datar Luncurkan Wisata Petik Melon, Andalkan Budidaya Modern dalam Screen House

Sebarkan artikel ini
Bupati Tanah Datar Eka Putra tengah memanen melon menggunakan media screen house (Antara/Etri Saputra)

BATUSANGKAR, RADARSUMBAR.COM – Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kini memiliki destinasi wisata baru berbasis pertanian: wisata petik melon dengan metode budidaya modern di dalam screen house.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, dari total 19 screen house yang telah dibangun di wilayahnya, tujuh di antaranya digunakan untuk budidaya melon, sementara sisanya untuk tanaman cabai.

“Dengan konsep pertanian modern ini, kita ingin Tanah Datar menjadi daerah penghasil melon unggulan sekaligus menggerakkan minat masyarakat, terutama petani milenial, untuk bertani,” ujar Eka Putra di Batusangkar, Jumat.

Ia menjelaskan, metode screen house sangat cocok diterapkan di tengah kondisi cuaca ekstrem, termasuk dampak dari erupsi Gunung Marapi yang tengah melanda wilayah itu. Teknologi ini mampu melindungi tanaman dan meningkatkan hasil panen.

“Screen house menjadi solusi di tengah kekhawatiran petani akibat erupsi. Tidak hanya untuk melon, tetapi juga cocok untuk tanaman cabai,” tambahnya.

Bupati juga menyebut bahwa hasil panen melon dari Tanah Datar sudah memiliki pasar tetap, tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga hingga ke Riau dan Medan.

Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar, Sri Mulyani, menyampaikan bahwa budidaya melon dengan screen house tersebar di tujuh kecamatan: Lima Kaum, Batipuh, X Koto, Batipuh Selatan, Padang Ganting, Lintau Buo Utara, dan Sungayang.

“Bagi masyarakat yang ingin mencoba wisata petik melon, bisa mengunjungi lokasi-lokasi berikut sesuai jadwal panen,” ujar Sri Mulyani.

Berikut jadwal wisata petik melon:

  • Kelompok Tani Bukik Pautan, Padang Ganting: 30 Mei – 6 Juni
  • Kelompok Tani Bungo Lubuak Jantan, Lintau Buo Utara: 7 – 14 Juni
  • Kelompok Tani Sawah Panti, Sungayang: 13 – 20 Juni. (rdr/ant)