PADANG PARIAMAN

Jelang Idul Adha, Pemkab Padang Pariaman Bentuk Empat Tim Awasi Pemotongan Hewan Kurban

1
×

Jelang Idul Adha, Pemkab Padang Pariaman Bentuk Empat Tim Awasi Pemotongan Hewan Kurban

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar Zulkhailisman (dua kiri) saat mengunjungi kandang sapi di daerah itu. Antara/HO-Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman

PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, membentuk empat tim pengawasan pemotongan hewan kurban. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh hewan yang disembelih sehat, bebas penyakit, dan layak dikonsumsi.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, mulai dari kandang ternak, pasar ternak, hingga saat pemotongan,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman, Zulkhailisman, di Parik Malintang, Kamis (22/5).

Menurutnya, tim-tim tersebut telah mulai bekerja sejak dua pekan lalu. Mereka bertugas memantau lalu lintas ternak, mengecek kondisi di pasar ternak, serta mengawasi kandang penampungan baik skala besar maupun kecil di seluruh wilayah Padang Pariaman.

Setiap tim terdiri dari dokter hewan, paramedis veteriner, serta petugas kecamatan setempat. Selain pengawasan, dilakukan pula penyemprotan disinfektan di pasar ternak sehari sebelum dan setelah hari pasar guna mencegah penyebaran penyakit.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit, seperti penyakit mulut dan kuku. Jika ditemukan organ dalam seperti hati atau paru yang bermasalah, kami meminta panitia untuk tidak membagikannya kepada warga,” tegas Zulkhailisman.

Ia juga memastikan bahwa ketersediaan ternak di Padang Pariaman dalam kondisi cukup. Berdasarkan data Dinas Peternakan, populasi sapi tahun ini meningkat dari 42.200 ekor menjadi sekitar 42.672 ekor. Sedangkan populasi kerbau mencapai 11.277 ekor, turun sedikit dari tahun sebelumnya.

Dengan populasi yang besar, sapi dari Padang Pariaman tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga didistribusikan ke berbagai daerah seperti Mentawai, Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, serta ke luar provinsi seperti Riau dan Kepulauan Riau. (rdr/ant)