SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menargetkan penambahan luas tanam padi sebesar 2.222 hektare pada tahun 2025, yang tersebar di 11 kecamatan.
Penjabat Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Doddy San Ismail, mengatakan bahwa total target luas tanam padi tahun ini mencapai 20.321 hektare, meningkat dari realisasi tahun 2024 yang hanya 18.099 hektare.
“Kami optimis target ini tercapai berkat dukungan dari pemerintah provinsi hingga pusat dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional,” ujarnya di Simpang Empat, Rabu (21/5).
Hingga triwulan pertama 2025, luas tanam sudah mencapai 1.878 hektare, dengan rincian:
- Januari: 861 hektare
- Februari: 704 hektare
- Maret: 313 hektare
Untuk mendukung pencapaian target, Pemkab mendorong para petani membuka lahan baru, sekaligus mengingatkan agar tidak melakukan alih fungsi lahan sawah ke tanaman lain. Doddy menegaskan bahwa perlindungan sawah telah diatur dalam Perda tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Perda ini bertujuan melindungi sawah produktif agar tetap digunakan untuk tanaman pangan, khususnya padi,” kata Doddy.
Pada sisi produksi, capaian panen padi triwulan pertama tercatat sebesar 32.393 ton, dengan produktivitas rata-rata 4,65 ton per hektare.
Lima kecamatan dengan produksi padi tertinggi adalah:
- Kecamatan Talamau: 7.031 ton
- Kecamatan Lembah Melintang: 6.384 ton
- Kecamatan Pasaman: 4.371 ton
- Kecamatan Koto Balingka: 3.092 ton
- Kecamatan Gunung Tuleh: 2.823 ton
Sementara kecamatan lainnya menyumbang produksi antara 219 hingga 2.494 ton. (rdr/ant)






