SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, terus menggalakkan kegiatan gotong royong bersama masyarakat sebagai upaya antisipasi terhadap penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Inter Pedri, mengatakan bahwa pihaknya bersama jajaran puskesmas telah meningkatkan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Gotong royong terus kita tingkatkan. Sosialisasi dan imbauan hidup bersih juga aktif dilakukan oleh petugas puskesmas,” ujarnya di Simpang Empat, Rabu (21/5).
Sebagai langkah serius, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, telah mengeluarkan surat imbauan Nomor 440/22/Dinkes-P2P/2025 yang mendorong masyarakat melakukan pencegahan bersama melalui gotong royong di lingkungan masing-masing.
Masyarakat juga diimbau menerapkan metode pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus:
Menguras dan membersihkan tempat penampungan air minimal seminggu sekali
Menutup rapat tempat penampungan air
Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk
Metode tambahan lainnya seperti penggunaan larvasida, ikan pemakan jentik, kelambu, obat nyamuk, serta tanaman pengusir nyamuk juga dianjurkan. Selain itu, Pemkab mendorong gerakan “satu rumah satu pemantau jentik” dan imbauan untuk tidak menggantung pakaian bekas pakai.
“Kami harap kesadaran masyarakat semakin tinggi dalam menjaga kebersihan lingkungan agar kasus DBD tidak terus meningkat,” ucap Inter Pedri.
Dinas Kesehatan mencatat, sejak April hingga Mei 2025, sebanyak 29 kasus DBD ditemukan di tiga wilayah, yaitu Jambak (Kecamatan Luhak Nan Duo), Jorong Koto Sawah (Kecamatan Lembah Melintang), dan Sidomulyo (Kecamatan Ranan Batahan). Dari jumlah itu, dua pasien masih menjalani perawatan, sementara 27 orang telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing. (rdr/ant)






