KABUPATEN SOLOK

Warga Air Dingin Sepakati Pembebasan Lahan Jalan Alternatif Solok–Solok Selatan

0
×

Warga Air Dingin Sepakati Pembebasan Lahan Jalan Alternatif Solok–Solok Selatan

Sebarkan artikel ini
Bupati Solok Candra menerima kunjungan Wali Nagari Heril Wandi beserta masyarakat Nagari Aia Dingin dalam rangka penyerahan surat pernyataan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan nasional. ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Solok.

AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Warga Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, secara resmi menyatakan kesediaan untuk membebaskan lahan guna pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Solok dengan Kabupaten Solok Selatan.

Wakil Bupati Solok, Candra, mengapresiasi dukungan seluruh elemen masyarakat dalam proses ini. “Kami sangat menghargai inisiatif dan kerja sama pemerintah nagari, para ninik mamak, dan seluruh masyarakat Nagari Air Dingin,” ujarnya di Solok, Selasa.

Pembangunan jalan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas akses antarwilayah dan memperkuat konektivitas daerah. Menurut Wabup Candra, Pemerintah Kabupaten Solok akan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dengan mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat bersama masyarakat.

Penyerahan surat pernyataan kesediaan pembebasan lahan dilakukan langsung oleh Pj Wali Nagari Air Dingin, Heril Wandi. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan alternatif yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga dan arus distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua kabupaten.

Langkah ini juga menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah dan nagari untuk menciptakan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

Sebelumnya, pada Sabtu (3/5/2025), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, bersama anggota DPR RI meninjau rencana perbaikan jalan Aia Dingin yang rusak akibat aktivitas tambang di sekitar lokasi.

Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp290 miliar untuk perbaikan dan pembangunan jalan alternatif baru di wilayah tersebut. (rdr/ant)