BERITA

Desa Ramah Perempuan dan Anak Disiapkan jadi Model Pencegahan Kekerasan-Stunting

0
×

Desa Ramah Perempuan dan Anak Disiapkan jadi Model Pencegahan Kekerasan-Stunting

Sebarkan artikel ini
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (kanan) saat berbincang dalam Podcast ANTARA TV, di Kantor LKBN Antara, Jakarta, Senin (19/5/2025). (ANTARA/Anita Permata Dewi)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menargetkan 138 Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) akan dikembangkan menjadi Ruang Bersama Indonesia (RBI) hingga akhir 2025.

“Untuk akhir tahun ini, targetnya ada 138 desa/kelurahan yang ramah perempuan dan anak yang akan menjadi Ruang Bersama Indonesia,” kata Menteri Arifah Fauzi dalam wawancara di Kantor LKBN ANTARA, Jakarta, Senin (20/5).

Program RBI merupakan penguatan dari program DRPPA yang telah digagas dalam periode sebelumnya. Bedanya, RBI lebih menekankan sinergi lintas kementerian/lembaga dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Kalau DRPPA lebih fokus pada kementerian saja, RBI ini lebih luas karena berbasis kolaborasi antar-lembaga dan yang paling penting, partisipasi masyarakat,” ujar Arifah.

RBI ditujukan untuk membentuk desa ideal yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, nihil stunting, tidak ada anak putus sekolah, serta ibu-ibu yang berdaya secara ekonomi.

“Sasaran kita adalah desa yang aman, sehat, inklusif, dan memberdayakan. Anak-anak sekolah, perempuan punya penghasilan, dan lingkungan yang bebas dari kekerasan,” jelasnya.

Saat ini, ada tujuh lokasi yang menjadi proyek percontohan awal RBI:

  • Kampung Jimpitan, Kota Tangerang, Banten
  • Desa Ayula Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo
  • Desa Mendalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi
  • Kampung Cempluk, Kabupaten Malang, Jawa Timur
  • Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang, NTT
  • Desa Pulau Sewangi, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan
  • Kelurahan Marunda, Jakarta Utara, DKI Jakarta

Menteri Arifah berharap RBI bisa menjadi model nasional dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi perempuan dan anak, sekaligus sebagai pendorong pembangunan berbasis keluarga dan komunitas. (rdr/ant)