JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf berharap jumlah peserta didik dalam program Sekolah Rakyat bisa mencapai lebih dari 10 ribu siswa di seluruh Indonesia.
“Harapan kami kalau bisa di atas 10 ribu pelajar. Tapi ini masih harapan, belum pasti,” kata Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, usai penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan Al-Hikmah International Islamic Boarding School di Kota Batu, Jawa Timur, Senin (20/5).
Program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang masuk kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)—sistem data terintegrasi yang memuat kondisi sosial ekonomi seluruh keluarga di Indonesia.
Menurut Gus Ipul, saat ini jumlah calon peserta didik yang telah terdaftar mencapai sekitar 5.000 orang, mencakup jenjang SD hingga SMA.
“Kalau sekarang sudah ada sekitar lima ribu siswa yang bisa ditampung,” ujarnya.
Untuk mendukung target tersebut, saat ini Kementerian Sosial tengah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merenovasi 53 bangunan yang akan digunakan sebagai fasilitas belajar mengajar Sekolah Rakyat.
“Sebanyak 53 titik sudah dalam proses renovasi karena dinilai layak. Prosesnya dimulai dari pengajuan ke Kementerian PU dan survei kelayakan,” jelasnya.
Ia optimistis jumlah titik Sekolah Rakyat akan bertambah seiring pengajuan lokasi baru oleh Kemensos kepada Kementerian PU.
“Mudah-mudahan ke depan bisa mencapai 100 titik,” imbuh mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini.
Gus Ipul berharap, melalui program ini, anak-anak dari keluarga prasejahtera bisa mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan menjadi generasi penerus yang membawa perubahan.
“Saya berharap anak-anak dari Sekolah Rakyat bisa menjadi pemimpin masa depan yang membawa kemajuan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” katanya. (rdr/ant)






