PASAMAN

Rutan Lubuk Sikaping Luncurkan Budidaya Ikan Nila Bioflok, Dukung Kemandirian WBP dan Ketahanan Pangan

0
×

Rutan Lubuk Sikaping Luncurkan Budidaya Ikan Nila Bioflok, Dukung Kemandirian WBP dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
WBP bersama petugas saat melaksanakan panen ikan Nila sistem Bioflok sekitar 50 kg dalam mendukung Ketahanan Pangan di Rutan Kelas IIB Lubuk Sikaping, Minggu (18/5/2025).ANTARA/Heri Sumarno

LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam pengembangan budidaya ikan nila menggunakan sistem Bioflok.

Kepala Rutan Kelas IIB Lubuk Sikaping, Resman Hanafi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Lapas dalam membina WBP melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kegiatan ini dilakukan oleh WBP dengan pendampingan langsung dari Kasubsi Pelayanan Tahanan dan petugas terkait. Kami berharap, melalui pembinaan ini, para WBP bisa mengembangkan keterampilan usaha yang bermanfaat setelah mereka menyelesaikan masa tahanan,” kata Resman Hanafi di Lubuk Sikaping, Minggu.

Budidaya ikan nila dengan sistem Bioflok, kata Resman, juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam mendorong pemberdayaan berkelanjutan di lingkungan Lapas.

Setelah melalui masa budidaya sekitar empat bulan, Rutan Lubuk Sikaping mengadakan panen perdana ikan nila. Sebagian hasil panen dijual kepada pegawai dan masyarakat sekitar, sementara sisanya digunakan sebagai stok bahan makanan di dapur Rutan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi WBP.

“Kami berhasil memanen sekitar 50 kilogram ikan nila pada tahap pertama. Masih ada hasil panen lainnya yang rencananya akan dipanen minggu depan. Meskipun lahan terbatas, hasilnya cukup menggembirakan,” tambah Resman.

Resman menekankan bahwa dengan sistem Bioflok dan perawatan yang intensif sejak pembenihan, ikan nila yang dipanen berada dalam kondisi sehat dan berkualitas.

Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini diharapkan juga menjadi sarana pelatihan keterampilan bagi WBP, yang kelak akan berguna setelah mereka bebas.

“Kedepannya, kami akan terus mengembangkan kegiatan serupa sebagai upaya nyata Rutan Lubuk Sikaping dalam membina kemandirian WBP secara produktif,” pungkasnya. (rdr/ant)