Minggu tanggal 18 Mei adalah hari yang ditunggu oleh penggemar dan pecinta Semen Padang FV (SPFC), Kemenangan adalah sebuah harga yg tidak bisa ditawar-tawar. Wajib.
Oleh: Mastilizal Aye – Pengamat Olahraga Sumbar
SPFC harus tuntaskan partai melawan Persik Kediri. Serangan 7 hari 7 malam harus dimulai sejak kick off ditiup wasit. Draw apalagi kalah, bisa membuat tim Kabau Sirah pindah Alam ke Pegadaian Liga 2 .
Menyerah bukan tradisi kita, kata para suporter SPFC, tapi di belahan wilayah Indonesia lainnya, tim pesaing juga melakukan hal yang sama,l, mereka juga tak mau menyelesaikan persoalan ke Pegadaian Liga 2, mereka lebih suka tetap di BRI Liga 1.
Karena, bagi mereka Pegadaian bukan tempat menyelesaikan masalah, contohnya PSIS. Ketika turun ke Liga Pegadaian, Yoyok yang selama ini identik dengan PSIS, hilang bak ditelan angin. Rumahnya langsung digeruduk penggemar PSIS, kita tidak ingin ini terjadi di Padang.
Pak Win Bernadino, pak Andre Rosiade yang telah total membantu SPFC akan jadi bulan-bulanan pembenci yang selama ini tidak suka dengan kiprah mereka, ibaratnya banyak nanti orang mangacau di air keruh tertawa.
Berkat empat pertandingan terakhir telah mengkatrol posisi SPFC keluar dari zona degradasi, tren positif tersebut semoga berlanjut pada dua pertandingan berikutnya dan kita tuntaskan laga kontra Persik terlebih dahulu.
Menang dengan Persik, Semen Padang FC masih belum aman, kecuali Barito Putra kalah di pekan ke-33 ini. Tapi, masih ada PSS yang mengincar, maka penentuan tetap pada pertandingan terakhir.
Dengan melihat performa empat pertandingan terakhir, saya memprediksi SPFC bisa mengatasi Persik. Sebab, saat melawan PSIS dan Madura United pada partai kandang, SPFC selalu selamat pada menit-menit akhir pertandingan. (**)






