BERITA

Perputaran Narkoba Capai Rp524 Triliun per Tahun, BNN Genjot Strategi Hadapi Ancaman

0
×

Perputaran Narkoba Capai Rp524 Triliun per Tahun, BNN Genjot Strategi Hadapi Ancaman

Sebarkan artikel ini
Polres Langsa memusnahkan barang bukti narkoba di Mapolres Langsa, Aceh, Selasa (6/5/2025). ANTARA/HO-Polres Langsa

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkirakan nilai transaksi narkoba ilegal di Indonesia mencapai Rp524 triliun per tahun. Angka fantastis ini mendorong BNN memperkuat strategi nasional dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

“Karena itu, dalam rencana strategis 2025–2029, BNN akan memperkuat sumber daya dan infrastruktur agar penanganan masalah narkoba semakin optimal,” ujar Sekretaris Utama BNN, Irjen Pol. Tantan Sulistyana, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Dalam pertemuan bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, Jumat (9/5), Irjen Tantan menekankan bahwa ancaman narkoba kini semakin kompleks. Selain prevalensi penyalahgunaan yang meningkat, peredaran narkoba juga makin sulit dikendalikan, baik di tingkat nasional maupun global.

Strategi BNN 2025–2029, yang mengusung tema “Bersih Narkoba untuk SDM Unggul Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, bertujuan menciptakan generasi unggul yang bebas dari pengaruh narkoba sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas.

Strategi tersebut mencakup penguatan kolaborasi nasional dan internasional, peningkatan intelijen dalam pencegahan serta pemberantasan, penguatan wilayah perbatasan dan pesisir, serta penyediaan sumber daya dan infrastruktur yang memadai.

Namun, Tantan mengakui BNN masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan SDM, sarana, dan anggaran.

Menanggapi hal itu, Penasihat Menteri PPN Noor Marzuki menyoroti besarnya nilai transaksi narkoba yang mencapai Rp524 triliun per tahun. Ia membandingkannya dengan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025 yang hanya sebesar Rp71 triliun.

“Negara mengalokasikan Rp71 triliun untuk mendukung kesehatan anak-anak dan mencegah stunting, tetapi di sisi lain, uang Rp524 triliun berputar dalam perdagangan narkoba yang justru merusak masa depan mereka,” ujarnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy pun menegaskan bahwa persoalan narkoba harus ditangani secara sistematis dan komprehensif. Ia menyatakan dukungannya terhadap BNN, baik dalam hal anggaran, penguatan kelembagaan, hingga peningkatan infrastruktur.

Apresiasi atas dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom. Ia menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung program-program nasional, khususnya dalam memberantas peredaran narkoba demi terwujudnya Indonesia bersih narkoba. (rdr/ant)