BERITA

Korban Kapal Wisata Tenggelam di Bengkulu Bertambah jadi 8 Orang, Akses ke Pulau Tikus Ditutup

0
×

Korban Kapal Wisata Tenggelam di Bengkulu Bertambah jadi 8 Orang, Akses ke Pulau Tikus Ditutup

Sebarkan artikel ini
Anggota Polresta Bengkulu saat mempersiapkan peralatan untuk melakukan olah TKP pasca karamnya kapal wisata Tiga Putra di perairan laut Pantai Malabero, Bengkulu, Senin (12/5/2025). ANTARA/Anggi Mayasari

BENGKULU, RADARSUMBAR.COM – Jumlah korban meninggal dunia akibat tenggelamnya kapal wisata Tiga Putra di perairan Pantai Malabero, Kota Bengkulu, Minggu (11/5), bertambah menjadi delapan orang.

Korban terbaru adalah Silvia Alvionita (27), warga Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Ia meninggal dunia pada Minggu malam sekitar pukul 20.30 WIB setelah sempat dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu.

“Ya benar, korban meninggal sekitar jam 20.30 malam tadi,” kata Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu, dr. Debby, Senin (12/5).

Menurut Debby, sejak dievakuasi korban sudah dalam kondisi tidak sadar hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Dengan demikian, total korban tewas dalam insiden tersebut menjadi delapan orang. Sebelumnya, tujuh korban telah dikonfirmasi meninggal dunia, yakni:

  • Riska Nurjanah (28), asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
  • Ratna Kurniati (28), warga Kota Bengkulu
  • Tesya (20), warga Kabupaten Kepahiang, Bengkulu
  • Nesya (27), warga Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
  • Arva Richi Dekry (29), warga Padang Utara, Sumatera Barat
  • Yuni Saputri, warga Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu
  • Suwantra, warga Kabupaten Muaro Bungo, Jambi

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (12/5) terhadap kapal yang membawa 104 penumpang termasuk awak kapal.

Tim Inafis Polresta Bengkulu juga memasang garis polisi di lokasi kejadian dan melakukan pengukuran kapal untuk penyelidikan lebih lanjut. Sebelum olah TKP, polisi memeriksa pemilik jasa perjalanan sekaligus nakhoda kapal beserta lima anak buah kapal (ABK).

Enam orang yang telah dimintai keterangan antara lain Edi Susanto, Rahmad, Andri, Yandi, Dedek, dan Fandi.

Sebagai langkah antisipasi, Polresta Bengkulu menutup sementara akses perjalanan wisata ke Pulau Tikus menggunakan kapal Tiga Putra, hingga penyelidikan tuntas. (rdr/ant)