PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau jamaah calon haji untuk mengurangi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari, guna menjaga kebugaran fisik selama menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
“Jangan sampai kelelahan, aktivitasnya jangan diforsir. Kurangi kegiatan di luar hotel terutama saat siang hari. Kalau pun ingin keluar, usahakan pada malam hari,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Mahendro Susilo, di Padang, Ahad (11/5).
Liliek menyampaikan, cuaca di Arab Saudi diperkirakan masih sama dengan musim haji tahun lalu, yakni berkisar antara 40 hingga 50 derajat Celsius, yang berisiko menyebabkan dehidrasi dan kelelahan fisik, terutama bagi jamaah lanjut usia (lansia).
Ia juga mengingatkan agar menjelang puncak ibadah di Arafah, para jamaah sebisa mungkin menghemat tenaga dan tidak memaksakan diri melakukan kegiatan yang tidak esensial.
Jika harus keluar saat siang hari, jamaah diminta menggunakan alat pelindung diri, seperti masker, pelindung kepala (topi), kacamata hitam, dan semprotan air yang telah disediakan oleh Dinas Kesehatan dan Kementerian Agama.
“Jangan lupa juga rutin minum oralit yang dicampur dengan air putih, terutama bagi lansia. Ini penting untuk mencegah dehidrasi, yang bisa memicu penyakit lain,” tambahnya.
Liliek juga menekankan pentingnya menjaga pola makan selama beribadah. Ia mengingatkan agar jamaah tidak melewatkan waktu makan karena terlalu fokus beribadah.
“Jamaah bisa menyiasatinya dengan membawa bekal agar tidak telat makan,” ujarnya.
Selain itu, Kemenkes menyarankan agar jamaah menghindari konsumsi air zam-zam yang terlalu dingin, karena dapat memicu gangguan kesehatan seperti batuk dan pilek.
Ia berharap hasil pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan (istithaah) dapat menjadi bekal bagi jamaah untuk menjalankan rukun Islam kelima dengan aman dan lancar.
“Mereka yang dikatakan istithaah adalah yang sehat secara fisik dan mental. Ini penting karena ibadah haji menuntut kesiapan penuh dari jamaah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, Mahyudin, turut mendukung imbauan Kemenkes. Ia menyampaikan bahwa selama masa manasik haji, para petugas sudah berulang kali mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi tubuh, menghindari aktivitas berlebih, serta membiasakan diri berjalan kaki guna mempersiapkan fisik. (rdr/ant)






