PADANG PARIAMAN

Warga Ulakan Tapakis Kompak Tangani Banjir, Kepala BNPB: Ini Contoh Kolaborasi Hebat

0
×

Warga Ulakan Tapakis Kompak Tangani Banjir, Kepala BNPB: Ini Contoh Kolaborasi Hebat

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (tengah) mendengarkan Bupati Padang Pariaman, Sumbar John Kenedy Azis yang mengekspos kegiatan gotong royong mitigasi bencana di Ulakan Tapakis pada rapat koordinasi di ruangan bupati setempat, Kamis. ANTARA/Aadiaat M. S.

PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengapresiasi langkah swadaya masyarakat dan pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dalam mengatasi banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis pada pertengahan April 2025.

“Itu bagus, karena Indonesia ini luas. Kalau kekuatan BNPB ditingkatkan 10 kali pun tidak akan cukup untuk menangani bencana sendiri. Perlu keterlibatan semua pihak,” ujar Suharyanto saat meninjau infrastruktur terdampak bencana di Padang Pariaman, Kamis (8/5).

Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya menjadi tugas pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga memerlukan partisipasi pelaku usaha, media, masyarakat, dan pihak swasta sesuai kapasitas masing-masing.

Ia menambahkan, jika bencana berskala kecil biasanya ditangani langsung oleh pemerintah daerah. Namun, untuk bencana besar, pemerintah pusat akan turun tangan, termasuk menyediakan bantuan dana perbaikan rumah dan relokasi warga, jika diperlukan.

“Penanganan bencana yang melibatkan masyarakat sangat penting. Masyarakat tidak boleh tinggal diam,” katanya.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menjelaskan bahwa pihaknya menggelar gotong royong akbar bersama ribuan peserta dari berbagai unsur: pemerintah, TNI-Polri, BUMN, swasta, hingga masyarakat.

“Gotong royong ini melibatkan sekitar 1.000 orang dan alat berat seperti ekskavator standar dan amfibi, truk, dan lainnya. Kami membersihkan pohon liar, mengeruk sedimen, dan membuka muara sungai yang tertutup pasir,” ujarnya.

Menurut Bupati, penyumbatan muara Sungai Batang Ulakan dan sedimentasi menjadi penyebab utama banjir berulang di kawasan tersebut. Seluruh kegiatan dilakukan tanpa menggunakan dana APBD.

“Anggarannya nol rupiah dari APBD. Semua dikerjakan bersama. Bahkan konsumsi disumbangkan oleh TP PKK dan warga,” pungkasnya. (rdr/ant)