PASAMAN BARAT

Jelang Idul Adha, Pemkab Pasaman Barat Wajibkan SKKH untuk Hewan Kurban

0
×

Jelang Idul Adha, Pemkab Pasaman Barat Wajibkan SKKH untuk Hewan Kurban

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat Afrizal (baju putih) saat meninjau pasar ternak Simpang Tiga Kecamatan Luhak Nan Duo beberapa waktu lalu. ANTARA/Altas Maulana.

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Menjelang Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan mengimbau masyarakat agar memastikan hewan kurban yang dibeli telah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan berwenang.

“Jika belum memiliki SKKH, masyarakat wajib melapor ke petugas kesehatan hewan terdekat untuk pemeriksaan,” ujar Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat, Afrizal, di Simpang Empat, Senin (5/5).

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dalam memilih hewan kurban, terutama jika dibeli dari luar wilayah Pasaman Barat. Dalam hal ini, dua dokumen wajib ditunjukkan: surat rekomendasi pengiriman ternak dan sertifikat veteriner (SV) dari pejabat otoritas veteriner daerah asal.

“Kita tidak ingin ada hewan kurban yang sakit atau membawa penyakit. Pengawasan ini untuk menjamin kesehatan dan kehalalan hewan kurban,” tegasnya.

Untuk mendukung pengawasan tersebut, Dinas Perkebunan dan Peternakan telah menyiapkan 25 petugas, terdiri dari tujuh dokter hewan dan 18 paramedis lapangan. Mereka akan diterjunkan ke 11 kecamatan untuk melakukan pemeriksaan sebelum dan menjelang hari penyembelihan.

“Empat hari sebelum Idul Adha, petugas akan mulai turun ke lapangan. Pemeriksaan lanjutan dilakukan satu hari sebelum pemotongan di masjid atau lokasi penyembelihan,” tambah Afrizal.

Meski belum ada data pasti jumlah hewan kurban tahun ini, sebagai gambaran, pada Idul Adha 2024 tercatat 2.073 ekor hewan kurban disembelih—terdiri dari 1.900 ekor sapi, 36 kerbau, dan 137 kambing.

Afrizal menyebutkan, sebagian besar hewan kurban tahun ini diperkirakan berasal dari peternak lokal di Pasaman Barat, termasuk sentra peternakan di Parit Koto Balingka, Talamau, Kinali, dan Pasaman. Selain itu, suplai juga kemungkinan datang dari Kabupaten Agam dan Solok.

Berdasarkan data statistik terbaru, populasi ternak di Pasaman Barat meliputi 21.253 ekor sapi potong, 7 ekor sapi Brahman Cross, 1.066 ekor kerbau, 14.522 ekor kambing, dan 108 ekor domba. (rdr/ant)