KESEHATAN

Waspadai Mental Breakdown, Ini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

0
×

Waspadai Mental Breakdown, Ini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tulisan kesehatan mental. (ANTARA/HO/Pexels)
Ilustrasi tulisan kesehatan mental. (ANTARA/HO/Pexels)

KESEHATAN, RADARSUMBAR.COM – Mental breakdown merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa kewalahan secara emosional atau mental, hingga sulit menjalani aktivitas sehari-hari.

Meski bukan tergolong sebagai gangguan mental secara medis, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan istirahat serta dukungan.

Dikutip dari pafipckotabanyuwangi.org, mental breakdown dapat dipicu oleh berbagai tekanan psikologis yang menumpuk, seperti kelelahan akibat pekerjaan (burnout), konflik dalam hubungan pribadi, kehilangan orang terdekat, atau stres berkepanjangan tanpa waktu yang cukup untuk pulih.

Selain itu, gangguan kesehatan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, PTSD, atau gangguan penyesuaian (adjustment disorder) juga berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami mental breakdown.

Gejala mental breakdown bisa bervariasi pada setiap individu, tergantung penyebab dan kondisi kesehatan mentalnya. Beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Perubahan suasana hati seperti mudah marah, sedih berkepanjangan, atau merasa putus asa.
  • Kehilangan minat terhadap makanan atau aktivitas yang sebelumnya disenangi.
  • Gangguan tidur, baik insomnia maupun tidur berlebihan.
  • Mudah lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
  • Kesulitan konsentrasi hingga pekerjaan terbengkalai.
  • Perubahan kebiasaan, misalnya menjadi malas membersihkan rumah meski sebelumnya rajin.

Orang yang mengalami mental breakdown juga cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, seperti absen kerja tanpa alasan jelas, membatalkan janji temu, atau menghindari komunikasi dengan orang terdekat.

Lebih parah lagi, kondisi ini dapat memicu gejala serius seperti paranoid, delusi, halusinasi, perubahan minat seksual, hingga munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. Dalam situasi seperti ini, bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater sangat diperlukan.

Apabila Anda atau orang di sekitar mulai menunjukkan gejala mental breakdown, ada beberapa langkah awal yang bisa dilakukan untuk meredakan kondisi ini:

  1. Istirahat yang cukup
    Memberikan waktu istirahat untuk tubuh dan pikiran sangat penting dalam proses pemulihan. Tidur yang cukup dapat membantu menyeimbangkan emosi.

  2. Bercerita kepada orang terdekat
    Berbagi cerita kepada teman atau keluarga bisa menjadi sarana pelepas tekanan emosional dan membuat Anda merasa tidak sendirian.

  3. Teknik relaksasi
    Cobalah teknik pernapasan, meditasi, atau yoga untuk membantu menenangkan pikiran.

  4. Menulis jurnal (journaling)
    Dengan menulis, Anda dapat lebih memahami perasaan sendiri dan melihat permasalahan secara lebih objektif.

  5. Olahraga ringan
    Aktivitas fisik dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang berperan dalam memperbaiki suasana hati.

Jika berbagai cara tersebut sudah dilakukan namun gejala tidak juga membaik, segera konsultasikan ke profesional kesehatan mental. Melalui konseling, Anda bisa mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat sesuai kondisi yang dialami.

Mental breakdown bukan hal sepele. Menyadari gejala lebih awal dan segera mencari bantuan merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mental secara menyeluruh. (rdr/alodokter)