BERITA

Angka Kematian Jamaah Tinggi, Kemenkes Perketat Pemeriksaan Haji Mulai 2025

0
×

Angka Kematian Jamaah Tinggi, Kemenkes Perketat Pemeriksaan Haji Mulai 2025

Sebarkan artikel ini
Jamaah calon haji tawaf mengelilingi Kabah di Masjidil Haram dalam rangkaian ibadah Haji di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, Jumat (1/7/2022). (Dok ANTARA)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Kesehatan RI memperketat sistem pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji Indonesia guna menekan angka kematian selama pelaksanaan ibadah haji. Kebijakan ini diambil setelah Pemerintah Arab Saudi menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka kematian jamaah asal Indonesia dalam beberapa musim haji terakhir.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan daring dari Jakarta, Selasa (29/4), mengungkapkan bahwa pada musim haji 2023, lebih dari 700 jamaah Indonesia meninggal dunia.

“Menteri Kesehatan Arab Saudi menyampaikan langsung ke saya bahwa angka kematian jamaah kita menjadi perhatian. Ini bisa berdampak pada pengetatan aturan dan kenaikan premi asuransi haji,” ujar Budi.

Sebagai tindak lanjut, Kemenkes mulai menerapkan sistem baru pada musim haji 2024 dan akan terus diperkuat pada 2025. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di awal proses seleksi, bukan setelah jamaah dinyatakan berhak berangkat seperti sebelumnya.

“Pemeriksaan di awal mencegah kekecewaan jamaah yang gagal berangkat karena masalah kesehatan di menit terakhir,” katanya.

Langkah ini dinilai efektif, terbukti menurunkan angka kematian hingga 75 persen pada musim haji 2024 dibanding tahun sebelumnya. Arab Saudi pun mengapresiasi kebijakan ini, termasuk sistem digitalisasi data kesehatan jamaah dan jalur rujukan cepat untuk kasus darurat seperti serangan jantung dan stroke.

“Sekarang rumah sakit di Arab Saudi lebih terbuka untuk jamaah kita, termasuk yang berada di dalam Masjidil Haram. Mereka bahkan akan menambah tenaga kesehatan yang bisa berbahasa Indonesia,” tambah Budi.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama terus diperkuat demi memastikan seluruh jamaah benar-benar siap secara fisik dan mental sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Sebagai informasi, gelombang pertama keberangkatan jamaah haji Indonesia dijadwalkan mulai 2 Mei 2025. Indonesia mendapat kuota 221.000 jamaah, terdiri dari 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus. (rdr/ant)