EKONOMI

Sri Mulyani: Indonesia Lanjutkan Negosiasi Tarif Resiprokal dengan AS, Targetkan Solusi Win-win

0
×

Sri Mulyani: Indonesia Lanjutkan Negosiasi Tarif Resiprokal dengan AS, Targetkan Solusi Win-win

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas/aa)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas/aa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati melaporkan perkembangan negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang saat ini masih berlangsung secara intensif.

Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar daring, Kamis (24/4), Sri Mulyani menjelaskan bahwa tim dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus melanjutkan diskusi teknis dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR).

“Diskusi teknis masih berjalan. Kami juga terus membangun komunikasi dengan pelaku usaha di AS, termasuk USINDO dan Kamar Dagang AS (US Chamber of Commerce),” ujar Sri Mulyani.

Komunikasi ini bertujuan untuk menjaring masukan dari para investor AS terkait posisi dan respons Indonesia terhadap kebijakan tarif yang diberlakukan pemerintah AS.

Dalam waktu dekat, Sri Mulyani dijadwalkan bertemu dengan US Treasury Secretary Scott Bessent. Selain itu, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN juga akan bertemu dengan Managing Director IMF guna membahas dampak kebijakan perdagangan global, termasuk tarif AS.

Sri Mulyani menekankan, situasi kebijakan di AS masih sangat dinamis, terutama karena interaksi retaliasi antara AS dan China yang terus berkembang. Dalam konteks ini, Indonesia mengambil pendekatan aktif dalam negosiasi, sambil menunjukkan komitmen kebijakan domestik yang mendukung kestabilan ekonomi.

“Negosiasi ini bukan hanya soal angka tarif, tapi juga mencerminkan semangat menciptakan sistem perdagangan global yang adil,” kata Sri Mulyani.

Ia juga menggarisbawahi bahwa pemerintah AS tidak sedang menciptakan krisis, melainkan berupaya mendorong reformasi dalam sistem perdagangan dunia, termasuk melalui penguatan peran World Trade Organization (WTO).

Menurut Sri Mulyani, Indonesia berada dalam posisi tawar yang cukup kuat berkat stabilitas ekonomi domestik, reformasi struktural, serta ketahanan pangan yang memberikan bantalan terhadap gejolak global.

“Tujuan akhir dari negosiasi ini adalah solusi yang saling menguntungkan. Kita memberi, kita menerima, kita tawar-menawar—semua untuk win-win solution,” tegasnya. (rdr/ant)