EKONOMI

Pupuk Indonesia Gelar Program Tebus Pupuk Subsidi di Bukittinggi, Petani Kini lebih Mudah Akses Pupuk

0
×

Pupuk Indonesia Gelar Program Tebus Pupuk Subsidi di Bukittinggi, Petani Kini lebih Mudah Akses Pupuk

Sebarkan artikel ini
Perwakilan PT Pupuk Indonesia (PI) bersama Pemerintah Kota Bukittinggi dan petani saat menggelar kegiatan Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi. ANTARA/Al Fatah

BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar program Tebus Bersama Pupuk Subsidi di Bukittinggi untuk mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi sekaligus mendorong peningkatan ekonomi pertanian lokal.

Kegiatan ini sejalan dengan visi Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. “Pupuk menjadi faktor penting dalam pertanian tradisional yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi petani,” ujar Senior Manager Regional 1A Pupuk Indonesia, Benny Farlo, Kamis (24/4).

Benny menegaskan bahwa Pupuk Indonesia berkomitmen menyederhanakan mekanisme distribusi dan meningkatkan kemudahan akses bagi petani penerima pupuk subsidi.

Dalam praktiknya, petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) cukup membawa KTP dan uang tunai untuk menebus pupuk bersubsidi di kios resmi, melalui aplikasi yang digunakan pengecer.

Kegiatan simbolis tebus pupuk ini dipusatkan di Kios Pupuk Subsidi Nikifora, Sanjai, Bukittinggi, didampingi oleh perwakilan Pemerintah Kota Bukittinggi dan Dinas Pertanian setempat.

“Untuk berbagai kendala di lapangan, kami terbuka dan siap merespons cepat, termasuk soal harga eceran tertinggi (HET) maupun potensi kelangkaan,” tambah Benny.

Sementara itu, Manager Penjualan Wilayah Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau, Fajar Ahmad, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, dari distributor hingga pengecer, demi mewujudkan swasembada pangan.

“Program ini bertujuan agar petani bisa mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau dan kepastian ketersediaan,” kata Fajar.

Kepala Dinas Pertanian Bukittinggi, Hendry, menyambut baik inisiatif ini dan memastikan bahwa stok pupuk bersubsidi di wilayahnya dalam kondisi aman.

“Alhamdulillah, sesuai permintaan petani, stok pupuk bersubsidi aman. Kami apresiasi langkah Pupuk Indonesia dalam memfasilitasi ini,” ujarnya.

Ia juga berharap ke depan tidak ada kelangkaan, sehingga petani bisa segera menanam kembali setelah panen. Untuk tahun 2025, Hendry menargetkan realisasi 100 persen penerima pupuk subsidi. Saat ini, realisasi tercatat 15,9 persen untuk urea dan 23,5 persen untuk NPK. (rdr/ant)