JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menepis isu adanya “matahari kembar” dalam pertemuan sejumlah peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediamannya di Solo, Kamis (17/4/2025).
Prasetyo, yang juga merupakan Juru Bicara Presiden RI, menegaskan bahwa pertemuan tersebut murni bersifat silaturahmi dalam suasana Lebaran, bukan merupakan manuver politik.
“Oh, enggak ada lah itu,” kata Prasetyo saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/4).
Pertemuan itu dihadiri sejumlah peserta Dikreg Ke-65 Sespimmen Polri, di antaranya Komisaris Besar Pol. Denny yang menjabat sebagai Patun Pokjar II. Sespimmen sendiri merupakan lembaga pendidikan untuk perwira menengah Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan Komisaris Polisi (Kompol).
Sebelumnya, dua menteri Kabinet Indonesia Maju, yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, juga bertemu dengan Jokowi di Solo pada Jumat (11/4).
Menanggapi hal itu, Prasetyo menyebut kunjungan silaturahmi ke rumah Jokowi di Gang Kutai 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, adalah hal yang wajar.
“Kalau ada menteri datang bersilaturahmi ke Pak Jokowi, itu hal yang sangat lumrah. Tidak perlu diasosiasikan dengan konflik atau adanya kepemimpinan ganda,” ujar Prasetyo.
Ia menegaskan, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tetap solid dan fokus menyelesaikan berbagai persoalan nasional.
“Solid … solid. Semua sedang bekerja keras di bidangnya masing-masing, dengan dinamika permasalahan yang dihadapi kementerian dan lembaga,” kata dia.
Sebelumnya, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyebut silaturahmi para menteri ke Jokowi sebagai hal positif. Namun, ia mengingatkan agar tidak menimbulkan kesan adanya “matahari kembar”, mengingat sejumlah menteri masih menyebut Jokowi sebagai “bos”. (rdr/ant)






