AGAM

Pemkab Agam Gulirkan Makanan Bergizi Gratis, Dimulai dari 2.100 Siswa di Lubuk Basung

0
×

Pemkab Agam Gulirkan Makanan Bergizi Gratis, Dimulai dari 2.100 Siswa di Lubuk Basung

Sebarkan artikel ini
Sekda Agam Edi Busti (pakai peci), didampingi Kepala Dinas Kesehatan Agam Hendri Rusdian (dua dari kanan), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam (dua dari kiri) saat meninjau peluncur makan gizi gratis. Dok ANTARA/Yusrizal

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, resmi meluncurkan program makan bergizi gratis bagi pelajar sebagai bagian dari kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Peluncuran tahap awal dimulai di Kecamatan Lubuk Basung, tepatnya di SMAN 1 Lubuk Basung, Senin (21/4).

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Edi Busti, mengatakan bahwa peluncuran ini menjadi langkah konkret Pemkab Agam dalam mendukung program nasional untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar.

“Sebanyak 2.100 siswa telah menerima makan bergizi gratis hari ini dari dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Siguhuang, Kecamatan Lubuk Basung. Dapur ini menyiapkan total 3.500 porsi makanan,” ujar Edi.

Ia menambahkan, ke depan Pemkab Agam menargetkan pembentukan 48 dapur umum di 16 kecamatan. Program ini juga didukung oleh tim Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan meninjau dan menentukan lokasi dapur umum yang layak di berbagai wilayah.

“Program ini bukan hanya soal makan gratis, tapi investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global menuju Indonesia Emas 2040,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Lubuk Basung, Muhammad Mustafa Kamil, menyebutkan bahwa 699 siswa kelas 10 dan 11 telah menerima makan bergizi dalam peluncuran perdana ini.

“Kami sebelumnya mengusulkan agar seluruh siswa termasuk kelas 12 bisa ikut serta. Namun karena siswa kelas 12 telah menyelesaikan ujian akhir, mereka tidak dimasukkan dalam daftar penerima,” ujarnya.

Menu makanan yang disiapkan telah memenuhi standar gizi dan dinikmati oleh siswa dengan antusias. Dalam program ini, sekolah hanya menerima distribusi makanan dari dapur umum yang telah ditentukan. (rdr/ant)