BERITA

Puan Maharani: Perempuan Harus Berani Bersuara, Jangan Takut Laporkan Pelecehan

0
×

Puan Maharani: Perempuan Harus Berani Bersuara, Jangan Takut Laporkan Pelecehan

Sebarkan artikel ini
Arsip foto - Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan keterangan kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/4/2025). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk berani bersuara jika menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual. Seruan ini disampaikan dalam peringatan Hari Kartini 2025, Senin (21/4).

“Perempuan harus berani berbicara dan menolak jika ada yang mencoba merugikan atau mengancam keselamatannya. Jangan pernah merasa takut atau malu untuk melaporkan tindakan pelecehan seksual,” ujar Puan dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, tantangan perempuan masa kini semakin kompleks mulai dari pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, diskriminasi di tempat kerja, hingga stereotip social yang membatasi kebebasan dan keamanan perempuan.

“Negara harus hadir memberikan perlindungan, dan semua pihak wajib menjaga ruang aman bagi perempuan. Ruang aman bukan hanya soal fisik, tetapi juga psikis dan sosial. Sering kali justru orang terdekat yang menyalahgunakan kepercayaan,” jelasnya.

Cucu Proklamator RI Soekarno itu menekankan pentingnya saling menjaga, saling menguatkan, dan yang paling utama: berani bersuara.

Puan juga mengungkap data Komnas Perempuan yang mencatat 459.094 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang setahun terakhir. Menurutnya, angka ini adalah alarm keras bagi lemahnya sistem perlindungan perempuan serta kuatnya budaya patriarki.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi jeritan yang menunjukkan bahwa budaya patriarki masih mencengkeram ruang hidup perempuan di rumah, di tempat kerja, hingga ruang digital,” katanya.

Ia menegaskan DPR RI akan terus menjadi mitra strategis dalam mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada perempuan.

“Hari Kartini harus menjadi momentum konsolidasi nasional. Perjuangan perempuan adalah perjuangan bangsa. DPR akan terus mendukung setiap langkah perempuan Indonesia agar bisa hidup setara, aman, dan sejahtera,” tegas Puan.

Mengakhiri pernyataannya, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini mengingatkan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan perjuangan panjang perempuan Indonesia.

“Ini bukan hanya tentang mengenang, tapi tentang meneruskan perjuangan Ibu Kartini yang membuka jalan bagi perempuan untuk berpendidikan, berpikir bebas, dan berperan aktif di ruang publik,” tutupnya. (rdr/ant)