KESEHATAN, RADARSUMBAR.COM – Minuman energi kerap menjadi andalan banyak orang untuk meningkatkan tenaga, kewaspadaan, dan konsentrasi.
Tidak hanya dikonsumsi oleh orang dewasa, pelajar dan anak muda pun sering menjadikannya pilihan ketika merasa kelelahan atau butuh dorongan ekstra saat beraktivitas. Namun, di balik efek instannya, minuman ini menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan.
Menurut informasi dari situs pafikalteng.org, minuman berenergi umumnya mengandung kombinasi zat stimulan seperti kafein, gula, vitamin B, turunan asam amino (seperti taurine dan L-karnitin), serta ekstrak herbal seperti guarana dan ginseng.
Kafein bekerja sebagai stimulan yang meningkatkan fungsi otak dan konsentrasi. Gula menjadi sumber kalori utama, sementara vitamin B membantu mengubah makanan menjadi energi.
Di sisi lain, turunan asam amino dan herbal berfungsi mendukung proses biologis tubuh. Namun, konsumsi berlebihan bisa berdampak negatif bagi tubuh.
Berikut ini sejumlah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai dari konsumsi minuman energi secara berlebihan:
1. Masalah Jantung
Penelitian menunjukkan bahwa minuman energi dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, serta menurunkan fungsi pembuluh darah. Bahkan, ada kasus yang sampai membutuhkan penanganan di ruang gawat darurat akibat gangguan jantung setelah konsumsi minuman ini.
Para ahli menduga hal ini disebabkan oleh tingginya kadar kafein. Karena itu, mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung disarankan menghindari konsumsi minuman energi. Anak-anak dan remaja juga berisiko mengalami efek negatif pada sistem saraf dan kardiovaskular.
2. Risiko Diabetes
Kandungan gula yang tinggi dalam minuman energi juga menjadi perhatian serius. Konsumsi rutin 1–2 kali sehari bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 26 persen. Kadar gula darah yang tinggi juga berkaitan dengan meningkatnya stres oksidatif dan peradangan, yang memicu berbagai penyakit kronis.
3. Overdosis Kafein
Kelebihan kafein dapat memicu gejala seperti jantung berdebar, mual, muntah, kejang, hingga kematian. Karena itu, penting untuk memperhatikan takaran kafein dari berbagai sumber, termasuk kopi, teh, dan cokelat, agar tidak menumpuk bersama kafein dari minuman energi.
4. Bahaya bagi Kehamilan
Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi minuman energi. Kandungan stimulan di dalamnya bisa meningkatkan risiko keguguran, berat badan lahir rendah, dan bayi lahir mati.
5. Gangguan Tidur dan Kecemasan
Kafein dalam jumlah tinggi dapat mengganggu pola tidur, menyebabkan insomnia, dan memicu gangguan kecemasan. Efek ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup secara keseluruhan.
6. Masalah Kesehatan Lainnya
Minuman energi juga dapat memicu obesitas, gangguan pencernaan, masalah pada gigi, dan dehidrasi, terutama jika dikonsumsi tanpa disertai asupan cairan lain yang cukup. Penting untuk memperhatikan riwayat kesehatan pribadi sebelum memilih minuman ini.
7. Gangguan Kesehatan Mental
Konsumsi berlebihan dapat berdampak pada keseimbangan kimia otak, meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan gangguan suasana hati. Anak-anak, remaja, ibu hamil, dan menyusui termasuk kelompok yang paling rentan dan tidak dianjurkan mengonsumsi minuman energi. (rdr/klikdokter)






