PADANG PARIAMAN

Seribu Orang Turun Tangan, Pemkab Padang Pariaman Gotong Royong Akbar Bersihkan Sungai Batang Ulakan

0
×

Seribu Orang Turun Tangan, Pemkab Padang Pariaman Gotong Royong Akbar Bersihkan Sungai Batang Ulakan

Sebarkan artikel ini
Bupati Padang Pariaman, Sumbar John Kenedy Azis berjalan di muara Sungai Batang Ulakan yang tertutup pasir dengan latar ekskavator mengeruk pasir untuk membuka aliran air sungai menuju laut. ANTARA/Aadiaat M. S.

PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, bersama TNI, Polri, dan berbagai pihak lainnya menggelar gotong royong akbar membersihkan aliran Sungai Batang Ulakan sebagai upaya mengatasi banjir yang kerap melanda Kecamatan Ulakan Tapakis.

“Kami melibatkan sekitar 1.000 orang serta mengerahkan tujuh ekskavator—baik standar maupun amfibi—truk, dan alat berat lainnya dari berbagai instansi dan pihak swasta untuk menyukseskan gotong royong ini,” kata Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, saat kegiatan berlangsung pada Sabtu (19/4).

Bupati menyebutkan kegiatan ini dilakukan secara swadaya, tanpa menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh kebutuhan termasuk makanan, disumbangkan oleh masyarakat dan Tim Penggerak PKK.

“Ini murni gotong royong. Anggaran dari APBD adalah nol rupiah. Semua ikut urun tangan, dari alat berat sampai logistik. Masyarakat pun ikut menyiapkan konsumsi,” ungkapnya.

Gotong royong difokuskan pada pembersihan sungai sepanjang 700 meter dan muara Batang Ulakan yang tertutup pasir serta dipenuhi pohon liar di sisi kiri dan kanan sungai. Kondisi tersebut selama ini menyebabkan aliran air terganggu dan mengakibatkan banjir saat musim hujan.

Dengan dibukanya muara dan normalisasi aliran sungai, pemerintah daerah berharap potensi banjir dapat diminimalkan. Pembersihan akan dilanjutkan hingga Minggu (20/4).

Bupati mengklaim kegiatan ini sebagai gotong royong terbesar di Indonesia dalam skala pembersihan lingkungan karena melibatkan ribuan peserta dari lintas sektor—termasuk instansi pemerintah, BUMN, swasta, ormas, hingga masyarakat umum.

“Ini bukan soal jumlah, tapi kualitas dan hasil dari gotong royong ini yang kami harapkan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin rumah warga tak lagi terendam banjir tiap musim hujan,” tutupnya. (rdr/ant)