SUMBAR

Empat Wilayah di Sumbar Masuk Daftar Komunitas Siaga Tsunami UNESCO

0
×

Empat Wilayah di Sumbar Masuk Daftar Komunitas Siaga Tsunami UNESCO

Sebarkan artikel ini
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang Suaidi Ahadi saat diwawancarai di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. (Antara/Fandi Yogari)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah memiliki empat wilayah yang masuk dalam program Tsunami Ready Community (TRC), yakni komunitas siaga tsunami yang diakui di tingkat nasional maupun internasional.

“Khusus di Sumbar, saat ini sudah ada empat lokasi yang diakui sebagai komunitas siaga tsunami, tiga di antaranya telah mendapat pengakuan internasional dari UNESCO, dan satu lagi sedang dalam proses menuju pengakuan tersebut,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suaidi Ahadi, di Padang, Jumat (18/4).

Tiga wilayah yang telah dikukuhkan oleh Komisi Oseanografi Antarpemerintah (Intergovernmental Oceanographic Commission/IOC) UNESCO sebagai komunitas siaga tsunami adalah Kelurahan Purus dan Kelurahan Lolong Belanti di Kota Padang, serta Nagari Tapakis di Kabupaten Padang Pariaman. Ketiga wilayah ini resmi mendapat pengakuan internasional pada Desember 2022.

Sementara itu, Desa Tuapejat di Kabupaten Kepulauan Mentawai telah diakui sebagai komunitas siaga tsunami di tingkat nasional, dan kini sedang dipersiapkan menuju pengakuan internasional.

Suaidi mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk warga setempat yang aktif berinisiatif membentuk komunitas siaga tsunami secara bottom-up, bukan berdasarkan arahan pemerintah pusat semata (top-down).

“Ini bukan hanya sekadar proyek, tetapi wujud nyata dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap potensi bencana tsunami yang mengancam,” jelasnya.

BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Sosial, dan pihak-pihak terkait lainnya terus melakukan pendampingan, termasuk melalui program Masyarakat Siaga Tsunami yang mengacu pada standar UNESCO.

Program TRC bertujuan untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman tsunami melalui pemenuhan 12 indikator kesiapsiagaan. Hal ini mencakup sistem peringatan dini, edukasi bencana, jalur evakuasi, hingga simulasi rutin.

“Dengan kesiapsiagaan yang kuat, kita bisa menekan potensi korban jiwa, kerugian ekonomi, dan kerusakan infrastruktur saat tsunami terjadi,” tutup Suaidi. (rdr/ant)