NIAS, RADARSUMBAR.COM – Pasca viral anggota oknum anggota DPRD Sumatera Utara, Megawati Zebua (MZ) cekcok dengan pramugari dalam pesawat, Minggu (13/4/2024). Masih tetap jadi perbincangan netizen.
Walau belum lama ini, Megawati Zebua anggota DPRD Sumut Dapil VIII meliputi Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli membantahnya.
Ia mengaku kalau tidak sedang mencekik pramugari, seperti yang tersebar di media sosial melalui rekaman unggahan video milik seseorang yang berada dalam pesawat yang sama.
“Saya cekik? itu tidak sama sekali ya,” tegas Megawati kepada awak media di DPRD Sumut, Selasa (15/4/2025).
Menurut penuturan Megawati, kalau dirinya cuma meminta pramugari untuk menggeser dirinya. Agar penumpang lainnya bisa masuk.
Ia juga menuturkan kalau dirinya saat itu hendak membantu seorang penumpang pria tua yang hendak ke Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Saat itu pria tua kesusahan saat menaruh tas ke dalam bagasi. Megawati Zebua pun hendak membantu untuk meletakan tasnya ke dalam bagasi.
“Menunggu barang di bagasi kan satu jam, bisa-lah ia ketinggalan pesawat sehingga tiketnya hangus. Makanya, saya minta tolong ke pramugarinya,” ujar Megawati.
Mega mengaku kalau Pramugari Wings Air tersebut bertahan dan tidak membantu. “Namun, pramugarinya bertahan sekali dengan mengatakan itu sudah dilabel sehingga tidak bisa dimasukkan ke dalam kabin,” katanya.
Hingga keduanya ribut di dalam pesawat seperti dalam potongan video yang viral di medsos. “Videonya Jelas² Kau KASAR kok,,!!! Yaaa DORONG yaaa tangan kau kau letakkan dileher!!,” kata Dedi Kistko, salah seorang netizen dikutip dari Matapublik official, Selasa (15/4/2025).
“Wkwkwk anggota dewan kok kasar ud ad bukti…. Jgn ngelak lg lh jd rakyat biasa aj ud gk cocok anggota dewan.. Tp gk bsa ksh contoh yg baik,” sambung Fahmi, netizen lainnya dalam kolom komentar.
Sementara netizen lainnya berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara merasa video tersebut janggal. “Dari tampak belakang apakah yakin kalau itu beliau?,” ungkap Ketjel Parangdjati.
“Goreng terus sampai mendidih…hal kecil terlalu dibesar-besarkan,” cakap tulis Yulianus Zai p’Rizal balas netizen lainnya, dalam medsos Tribun Medan.
Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan insiden itu terjadi pada 13 April 2025.
Ia menuturkan kalau saat kejadian itu pesawat hendak berangkat dari Gunungsitoli menuju Kualanamu Internasional. Oknum anggota DPRD Sumatera Utara berdasarkan data kursi penumpang duduk di 19F.
Nomor itu terlihat dari koper yang berlabel bagasi dalam kabin. Info Danang kepada Radarsumbar, bahwa awak kabin telah meminta agar mengarahkan koper untuk dimasukan ke bagasi kargo bagian belakang.
Awak kabin (pramugari-red) telah melaksanakan tugasnya, sesuai prosedur keselamatan dan standar operasional (SOP).
“Namun, penumpang (MZ) menunjukkan sikap tidak kooperatif, menolak instruksi, berusaha melepas label bagasi, dan tidak mengikuti arahan awak kabin meski telah dijelaskan secara persuasif,” kata Danang.
“Saat dilakukan pendekatan lanjutan, pelanggan (MZ) justru melakukan tindakan fisik berupa dorongan dan cekikan terhadap salah satu pramugari,” tambahnya.
Danang menyebutkan, tindakan ini telah mereka laporkan kepada Pilot in Command (PIC) dan selanjutnya kepada petugas ramp—tim operasional darat yang menangani kesiapan pesawat dan keselamatan penumpang di bandar udara saat itu. (rdr-tanhar)






