PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau calon jamaah haji untuk mulai membiasakan diri berlatih fisik, khususnya berjalan kaki, sebagai persiapan menghadapi ibadah haji yang menuntut stamina kuat.
“Ibadah haji adalah ibadah fisik. Calon jamaah harus mempersiapkan diri secara optimal,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin, saat memberikan pembinaan manasik di Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (14/4).
Menurut Mahyudin, latihan fisik penting dilakukan menjelang keberangkatan kloter pertama pada 3 Mei 2025 melalui Bandara Internasional Minangkabau. Ia mencontohkan, ibadah tawaf dan sa’i saja bisa menempuh jarak total hingga 10 kilometer.
“Jika tawaf dilakukan dari jarak jauh karena padatnya jamaah, satu putaran bisa sejauh satu kilometer. Dikalikan tujuh, totalnya tujuh kilometer. Sa’i sendiri berjarak sekitar tiga kilometer,” jelasnya.
Selain itu, jamaah juga akan berjalan sejauh tiga hingga empat kilometer saat melakukan lontar jumrah dari tenda di Mina ke Jamarat.
Bagi jamaah yang tidak mampu berjalan jauh, tersedia fasilitas kursi roda dan skuter listrik, namun dikenakan biaya tambahan.
Mahyudin juga menekankan pentingnya mengikuti manasik secara serius agar pemahaman ibadah haji lebih matang, mengingat masa tunggu yang panjang dan biaya yang besar telah dikeluarkan para jamaah.
“Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diperjuangkan belasan tahun. Ilmu manasik sangat penting agar ibadah berjalan maksimal,” katanya. (rdr/ant)






