PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat bersama anggota Komisi XIII DPR RI asal Ranah Minang, Arisal Aziz, akan membangun pusat rehabilitasi narkotika berbasis pondok pesantren di Lubuk Minturun, Kota Padang.
“Beliau (Arisal Aziz) menghibahkan tanahnya di daerah Lubuk Minturun untuk dibangun panti rehabilitasi narkotika,” kata Kepala BNNP Sumbar, Brigadir Jenderal Polisi Ricky Yanuarfi, di Padang, Minggu (tanggal tidak disebutkan).
Ricky menjelaskan, pembangunan panti ini merupakan inisiatif Arisal Aziz yang prihatin terhadap tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Sumbar. Berdasarkan data BNN, Sumatera Barat menempati peringkat keenam tertinggi dalam jumlah pengguna narkoba di Indonesia.
Saat ini, fasilitas rehabilitasi resmi milik pemerintah di Sumbar hanya satu, yakni di Rumah Sakit Jiwa HB Saanin, Kota Padang.
Melihat keterbatasan itu, Arisal Aziz terpanggil untuk berkontribusi. “Beliau ingin membangun panti rehabilitasi berbasis pesantren yang tidak memungut biaya dari para korban penyalahgunaan narkoba,” tambah Ricky.
BNNP Sumbar akan segera memetakan jumlah pengguna, penyalahguna, dan pengedar narkoba di wilayah tersebut. Pengguna dan penyalahguna akan menjadi prioritas untuk direhabilitasi.
Ricky menegaskan, upaya ini juga bertujuan memutus mata rantai peredaran narkotika. Pasalnya, banyak penyalahguna yang saat menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan justru berubah menjadi pengedar atau bandar.
Sementara itu, Arisal Aziz menyampaikan bahwa kondisi lembaga pemasyarakatan saat ini sudah melebihi kapasitas. Oleh karena itu, ia menilai pendekatan rehabilitasi berbasis pesantren bisa menjadi solusi konkret.
“Saya sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan pusat rehabilitasi ini. Harapannya, para pengguna bisa kita sembuhkan dan kembalikan ke masyarakat,” ujar Arisal. (rdr/ant)






