AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, masuk dalam enam daerah pertama secara nasional yang telah melengkapi data tahap awal untuk pelaksanaan Program Sekolah Rakyat. Program ini merupakan inisiatif nasional yang dicanangkan Presiden terpilih Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan infrastruktur dan kebutuhan dasar untuk mendukung pelaksanaan sekolah tersebut yang direncanakan mulai pada Juli 2025.
“Guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Solok, kami akan memaksimalkan pelaksanaan Sekolah Rakyat ini,” kata Medison di Solok, Sabtu.
Ia menyebutkan bahwa Pemkab Solok telah menyiapkan lahan seluas tiga hektare, terdiri dari dua hektare milik pemerintah kabupaten dan satu hektare milik Pemprov Sumbar. Lokasi yang akan digunakan merupakan bekas Balai Latihan Kerja (BLK) yang saat ini memerlukan renovasi.
“Kami membutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk rehabilitasi gedung serta pembangunan sarana prasarana darurat seperti asrama, ruang kelas, dan ruang makan,” ungkapnya.
Medison menambahkan, pelaksanaan Sekolah Rakyat akan sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Saat ini, Pemkab Solok bersama DPRD sedang menyusun format perjanjian dan mekanisme pemanfaatan aset yang akan digunakan melalui sistem pinjam pakai.
Dari total 53 titik Sekolah Rakyat tahap pertama di seluruh Indonesia, Kabupaten Solok menjadi salah satu wilayah yang menyatakan kesiapan penuh dalam waktu dekat. (rdr/ant)






