SIJUNJUNG, RADARSUMBAR.COM – Nagari Unggan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, sukses menggelar Festival Budaya Unggan. Kegiatan ini menampilkan berbagai pertunjukan budaya khas Minangkabau dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan ke depan.
Festival ini menampilkan kekayaan budaya lokal seperti tari tradisional, talempong Unggan, pawai adat, pagelaran silek (silat), dan ditutup dengan acara bakaua adat (jamuan makan adat) yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 8-10 April 2025.
Acara berlangsung meriah dengan kehadiran Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Jefrinal Arifin, Anggota DPRD Provinsi Sumbar dari Fraksi PAN Daswanto, tokoh masyarakat, para ninik mamak, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Jefrinal Arifin menegaskan pentingnya pelestarian budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi.
“Kegiatan festival ini diharapkan dapat memberikan transformasi keilmuan kepada generasi muda tentang adat dan budaya Minangkabau. Dengan prinsip ‘Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah’, budaya Minang sejatinya dapat membentuk karakter anak-anak kita. Kami akan terus mendukung kegiatan budaya di Nagari Unggan ini,” ujar Jefrinal.
Sementara itu, Daswanto menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat dalam menyukseskan festival ini. Ia juga menyinggung isu penting lainnya seperti banjir dan infrastruktur jalan di wilayah Sumpur Kudus yang perlu segera ditangani.
“Kita tidak hanya fokus pada kesenian. Kita juga akan perjuangkan normalisasi sungai serta perbaikan jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Unggan sebagai daerah terjauh di Kabupaten Sijunjung harus mendapat perhatian lebih agar tidak tertinggal,” tegas Daswanto.
Ketua KAN (Kerapatan Adat Nagari) Unggan, Dt. Rajo Indoputo, menyampaikan rasa harunya atas suksesnya acara ini.
“Ini adalah alek gadang bagi kami. Kami ingin marwah adat Nagari Unggan kembali ditegakkan, mulai dari upacara turun mandi (tanambali), prosesi pernikahan adat, hingga adat lainnya. Kami berharap budaya ini tetap hidup dan melekat pada generasi muda,” ujarnya.
Dt. Rajo Indoputo juga menjelaskan bahwa Nagari Unggan terdiri dari lima suku yaitu: Caniago, Malayu, Bendang, Piliang, dan Mandailing.
“Sebagai ninik mamak, kami berkewajiban menjaga dan menghidupkan kembali adat lamo pusako usang yang diwariskan oleh leluhur,” tambahnya.
Ketua pelaksana acara, Dt. Bagindo Tanameh, melaporkan bahwa festival ini bisa terselenggara berkat dukungan penuh dari H. Daswanto, SE melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
“Kami berharap festival ini bisa menjadi agenda tahunan untuk melestarikan budaya, mempererat silaturrahmi, mempromosikan wisata budaya, serta menjadi hiburan bagi perantau yang pulang kampung saat lebaran,” ungkapnya.
Wali Nagari Unggan, Sisyoni Gusmanto, turut mengapresiasi terselenggaranya festival ini.
“Meski kami berada di ujung Kabupaten Sijunjung, kami tidak ingin menjadi nagari yang tertinggal. Pemerintahan nagari terus berkomitmen memberikan yang terbaik, tentu saja dengan dukungan semua pihak,” pungkasnya. (rdr)






