PADANG, RADARSUMBAR.COM – Memasuki hari pertama kerja setelah libur Lebaran Idulfitri 1446 H, jajaran Direksi PT Semen Padang memulai aktivitas dengan mengunjungi berbagai unit kerja di perusahaan pada Rabu (9/4/2025). Kunjungan ini merupakan tradisi tahunan yang bertujuan mempererat silaturahmi antara manajemen dan karyawan, sekaligus membangkitkan semangat baru untuk menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompetitif.
Kegiatan silaturahmi dimulai dari Kantor Pusat PT Semen Padang, dengan Direktur Utama Indrieffouny Indra memimpin langsung kunjungan tersebut. Ia didampingi oleh Direktur Operasi Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan & Umum Oktoweri, serta staf pimpinan lainnya. Rombongan menyapa hangat karyawan, berjabat tangan, bertukar ucapan selamat Idulfitri, dan berbincang santai mengenai pengalaman selama liburan Lebaran.
Suasana akrab dan kekeluargaan sangat terasa di setiap ruang kerja. Momen haru dan tawa terekam dalam sesi foto bersama yang menjadi kenang-kenangan kebersamaan antar insan perusahaan. Hal ini mencerminkan hubungan yang tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga emosional di lingkungan PT Semen Padang.
Setelah dari kantor pusat, rombongan direksi melanjutkan kunjungan ke berbagai unit kerja lainnya, seperti CSR, PAM, Hukum, Kantor Bisnis Inkubasi Non Semen, Capex, Quality Assurance, serta seluruh area pabrik, Tambang, Packing Plant Indarung, dan Pabrik Kantong, hingga Packing Plant Teluk Bayur.
Direktur Utama PT Semen Padang, Indrieffouny Indra, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan.
“Silaturahmi ini adalah bagian dari budaya perusahaan yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kepedulian antar sesama insan perusahaan,” ujar Indrieffouny.
Ia juga berharap semangat kekeluargaan yang terjalin dapat menjadi energi baru bagi seluruh karyawan untuk terus bekerja dengan kolaborasi, produktivitas tinggi, dan dedikasi maksimal.
“Momentum ini diharapkan menjadi titik awal untuk kembali fokus bekerja, membangun semangat baru, dan mendorong kinerja perusahaan ke arah yang lebih positif, mengingat persaingan di industri semen yang semakin ketat,” tambahnya. (rdr)






