KABUPATEN SOLOK

Badan Geologi Keluarkan Peringatan terkait Aktivitas Kegempaan Gunung Talang, Wisatawan Dilarang Dekat Kawah

0
×

Badan Geologi Keluarkan Peringatan terkait Aktivitas Kegempaan Gunung Talang, Wisatawan Dilarang Dekat Kawah

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar Gunung Talang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. (Antara/HO-Humas PGA Gunung Talang)

AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan dua rekomendasi penting setelah terdeteksi peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Talang yang terletak di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Padang pada Rabu (9/4), menegaskan bahwa masyarakat dan pengunjung di sekitar Gunung Talang dilarang mendekati dan bermalam di kawasan Kawah Selatan serta Kawah Utama dalam radius 500 meter.

“Selain itu, kami juga mengingatkan untuk waspada terhadap potensi longsor di kawasan Kawah Selatan,” ujar Wafid.

Kedua rekomendasi ini dikeluarkan menyusul peningkatan aktivitas kegempaan pada Selasa (8/4), yang membuat Badan Geologi memutuskan untuk mengeluarkan peringatan lebih lanjut. Aktivitas kegempaan yang terjadi hingga 9 April 2025 didominasi oleh gempa tektonik jauh. Berdasarkan pantauan dari Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Lembang Jaya, Kabupaten Solok, visual kawah menunjukkan asap berwarna putih dengan ketinggian antara 10 hingga 50 meter dari puncak gunung.

“Jika ada perubahan signifikan dalam visual atau kegempaan, kami akan segera meninjau kembali tingkat aktivitas Gunung Talang,” tambah Wafid.

Gunung Talang, yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Ranah Minang, merupakan kompleks gunung api yang terdiri dari kerucut Talang Jantan di sebelah timur dan Talang Betina di sebelah barat. Gunung ini terletak di zona sesar besar Sumatera yang aktif, yakni pada Segmen Sumani dan Segmen Suliti.

Aktivitas gunung ini telah menjadi perhatian sejak erupsi besar yang terjadi pada 12 April 2005, yang menghasilkan dua kawah baru, Kawah Utama dan Kawah Selatan, yang sampai saat ini menjadi pusat aktivitas vulkanik Gunung Talang. Erupsi tersebut diperkirakan dipicu oleh gempa bumi tektonik Mentawai dengan magnitudo 6,8 pada 10 April 2005. (rdr/ant)