JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan niatnya untuk berdialog dengan tokoh-tokoh yang pesimistis mengenai masa depan Indonesia, terutama setelah Kabinet Merah Putih dipimpin olehnya. Dalam sebuah wawancara di siaran TVRI bertajuk “Presiden Prabowo Menjawab” di Jakarta, Selasa (8/4), Prabowo menegaskan bahwa dialog tersebut penting untuk menyamakan persepsi dan menemukan solusi terhadap isu-isu yang dianggap mengancam masa depan Indonesia.
“Saya ingin berdialog. Ayo kita bicarakan bersama. Mungkin tidak perlu di ruang publik, tapi mari kita bicarakan secara serius. Jika ada yang merasa Indonesia gelap, mari kita perbaiki sama-sama,” kata Prabowo.
Tagar “Indonesia Gelap” yang sempat menjadi topik hangat di media sosial dan demonstrasi mahasiswa di berbagai kota, mendapat perhatian khusus dari Presiden. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyampaikan bahwa tagar tersebut mewakili kekhawatiran terhadap program-program pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Prabowo menegaskan bahwa program MBG yang digulirkan pemerintah bukan hanya sekadar teori, melainkan berdasarkan data yang menunjukkan tingginya prevalensi stunting di Indonesia, yang masih mencapai lebih dari 20 persen. Ia menilai program ini sangat penting untuk menurunkan angka stunting dengan memberikan akses makanan sehat bagi masyarakat, terutama anak-anak yang kurang mampu.
“Ini adalah perjuangan saya sebagai pemimpin dan patriot. Saya tidak akan biarkan ada orang yang lapar di Indonesia. Program MBG ini bukan alat politik, tetapi langkah nyata untuk mengatasi masalah pangan dan gizi,” tegas Prabowo.
Sebagai langkah konkret, Presiden menyatakan bahwa ia akan mengirimkan surat kepada tokoh-tokoh kritis seperti Refly Harun dan Rocky Gerung untuk membuka dialog dan mengajak mereka berdiskusi mengenai program-program yang telah dilaksanakan pemerintah.
“Saya akan kirim surat ke mereka. Kita bisa berdiskusi dan membahas apa yang salah. Kalau saya mau memberi makan kepada anak-anak yang lapar, apa salahnya?” ujar Prabowo.
Prabowo menutup pernyataannya dengan komitmen kuat untuk terus bekerja keras dalam memastikan tidak ada rakyat Indonesia yang kelaparan atau kekurangan gizi. (rdr/ant)






