SAWAHLUNTO, RADARSUMBAR.COM – Wali Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Riyanda Putra, meminta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Sawahlunto untuk meningkatkan kepekaan dan responsivitas terhadap laporan serta situasi yang berkembang di masyarakat.
Riyanda menegaskan bahwa dalam era birokrasi yang lebih terbuka dan terhubung dengan masyarakat, ASN diharapkan memiliki sikap proaktif untuk mendorong kemajuan kota.
“Pada sistem kerja untuk mencapai Sawahlunto maju, ASN tidak boleh menunggu keluhan atau laporan masyarakat sampai jadi viral dulu di media sosial baru bertindak. ASN harus peka, cepat, dan tepat dalam membaca situasi agar masalah yang timbul tidak berlarut-larut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kepekaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang responsif dan adaptif terhadap dinamika birokrasi.
“Setiap ASN harus mampu merespons masalah dengan cepat dan tepat. Begitu ada laporan masyarakat, jangan tunggu viral atau arahan pimpinan. Segera turun ke lapangan dan lakukan verifikasi untuk menemukan alternatif solusi yang tepat,” jelasnya.
Menurut studi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) pada 2024, kecepatan merespons keluhan publik menjadi salah satu indikator utama dalam meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah. Penelitian itu menunjukkan bahwa 85% masyarakat lebih puas dengan pemerintah yang responsif dibandingkan yang lambat.
Selain itu, Wali Kota Riyanda juga menekankan pentingnya perubahan mentalitas ASN, dari “ingin dilayani” menjadi “melayani masyarakat”.
“Kita adalah pelayan publik, bukan yang dilayani. ASN harus fokus pada pelayanan yang mengutamakan kepentingan masyarakat, dimulai dengan sikap melayani dengan sepenuh hati,” katanya.
Riyanda juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara tugas administratif dan pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Tugas administratif memang penting, namun lebih penting bagi ASN untuk turun langsung ke lapangan dan mendengarkan keluhan serta kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Laporan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) 2023 menunjukkan bahwa banyak instansi pemerintah yang kurang efektif karena ASN terlalu fokus pada administrasi dan kurang berinteraksi dengan masyarakat. Riyanda menegaskan bahwa pelayanan langsung akan memastikan kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Riyanda menambahkan bahwa Pemkot Sawahlunto berkomitmen untuk melakukan transformasi birokrasi menuju sistem yang lebih smart, adaptif, dan responsif.
“Birokrasi yang lambat dan tidak responsif harus segera ditinggalkan. ASN harus siap beradaptasi dengan perkembangan yang ada, serta merespons setiap masalah dengan cepat,” ujarnya. (rdr/ant)







