AGAM

Bupati Agam Ajak Masyarakat Viralkan Potensi Wisata Unik untuk Tingkatkan Ekonomi Lokal

0
×

Bupati Agam Ajak Masyarakat Viralkan Potensi Wisata Unik untuk Tingkatkan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
Bupati Agam Benni Warlis sedang memberikan kata sambutan. (Dok Antara/Yusrizal)
Bupati Agam Benni Warlis. (Dok Antara/Yusrizal)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Bupati Agam, Sumatera Barat, Benni Warlis mengajak masyarakat untuk memviralkan potensi objek wisata daerah tersebut guna menarik lebih banyak pengunjung, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan warga sekitar.

“Viralkan seluruh potensi wisata yang kita miliki di media sosial, seperti Sungai Janiah, Bukik Batanjua, dan lainnya,” ujar Benni Warlis di Lubukbasung, Selasa.

Menurut Benni, Agam kaya akan destinasi wisata yang memiliki keunikan alam yang tidak dimiliki daerah lain.

Salah satunya adalah Sungai Janiah, yang memiliki spesies ikan unik yang teridentifikasi. Ikan-ikan ini dipercaya masyarakat sebagai ikan sakti, dengan perilaku yang sangat khas—hanya mengonsumsi makanan manusia seperti jeruk, kerupuk, dan nasi.

“Lebih menarik lagi, masyarakat sekitar percaya bahwa ikan ini tidak boleh dimakan, sehingga keberadaannya tetap lestari hingga kini,” ujar Benni.

Sejak usia enam tahun, Benni sudah akrab dengan Sungai Janiah. “Dari kecil saya sering datang ke sini, melihat ikan sakti yang ukurannya bisa sebesar kerbau,” kenangnya.

Selain Sungai Janiah, Bukik Batanjua juga menjadi daya tarik wisata legendaris di wilayah tersebut. Menurut mitos, siapa pun yang berhasil mencapai lempeng batu di ujung bukit akan dimudahkan rezekinya.

“Ini adalah bagian dari warisan budaya yang harus kita lestarikan. Sungai Janiah, Bukik Batanjua, dan destinasi lainnya bukan hanya potensi wisata, tetapi juga cerminan kearifan lokal,” tambahnya.

Benni berharap dengan promosi bersama dan partisipasi aktif masyarakat, kawasan wisata ini dapat berkembang menjadi destinasi unggulan yang memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar. Ia juga mengapresiasi kebersihan area wisata, termasuk masjid dan fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) yang cukup terjaga.

“Mudah-mudahan kunjungan semakin ramai, dan ekonomi masyarakat ikut terdongkrak,” harapnya. (rdr/ant)