BERITA

Strategi Besar Presiden Prabowo dan Capaian 150 Hari Pertama Pemerintahan

0
×

Strategi Besar Presiden Prabowo dan Capaian 150 Hari Pertama Pemerintahan

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo saat menyapa masyarakat. (dok. PCO)
Presiden Prabowo saat menyapa masyarakat. (dok. PCO)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pada dasarnya, perang dagang adalah pertarungan strategi. Hal ini tercermin dalam pendekatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadikan kebijakan tarif sebagai strategi untuk mengembalikan kejayaan industri domestik.

Bahkan, Trump pernah menyebut 2 April sebagai liberation day, hari kemerdekaan ekonomi bagi negaranya.

Dalam konteks kenegaraan, setiap presiden sejatinya adalah Strategist in Chief bagi bangsanya. Strategi sendiri adalah rencana tindakan yang dirancang untuk mencapai tujuan besar dan menyeluruh.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, strategi diartikan sebagai rencana cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, strategi menjadi fondasi penting bagi kemajuan dan stabilitas negara. Karena itulah, keampuhan strategi sangat ditentukan oleh kedalaman pemikiran dan wawasan pemimpinnya.

Presiden Prabowo Subianto dikenal sebagai sosok yang tekun membaca. Melalui kebiasaan itu, ia terus memperluas dan mempertajam pemikiran strategisnya.

Bahkan, perpustakaan menjadi ruang kerja utamanya di Istana. “A leader is a reader,” sebuah pepatah yang tepat untuk menggambarkan sosok Presiden Prabowo.

Menurut Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Noudhy Valdryno, pemahaman publik terhadap strategi Presiden menjadi penting agar pelaksanaannya berjalan efektif.

“Presiden meminta para pembantunya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik. Harapannya, masyarakat bisa memahami dan mendukung strategi besar yang sedang dijalankan,” kata Noudhy.

Dalam 150 hari pertama masa pemerintahan Prabowo-Gibran, sejumlah langkah strategis telah diambil pemerintah.

Berikut delapan capaian utama yang menjadi fondasi visi Indonesia Maju

1. Memperkokoh Demokrasi

Presiden Prabowo menegaskan tidak akan mengembalikan “dwifungsi TNI”. Melalui UU TNI yang baru, pemerintah justru menegaskan supremasi sipil. UU tersebut membatasi peran prajurit aktif hanya pada 14 lembaga yang relevan, jauh berbeda dari era UU Nomor 2 Tahun 1988 yang memberikan ruang luas bagi TNI di pemerintahan.

2. Memantapkan Pertahanan Negara

Presiden memastikan TNI dilengkapi peralatan terbaik, memiliki sumber daya optimal, dan dapat hadir di seluruh wilayah NKRI. Ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kedaulatan nasional di tengah dinamika global.

3. Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Energi

Distribusi pupuk bersubsidi diperbaiki agar tepat sasaran. Harga pembelian gabah kering ditetapkan Rp6.500/kg untuk melindungi petani. Pemerintah juga mempercepat pembangunan food estate dan kilang minyak guna meningkatkan kapasitas energi nasional.

4. Menciptakan Lapangan Kerja

Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, pembangunan perumahan rakyat, dan hilirisasi industri telah membuka jutaan lapangan kerja. MBG saja telah menciptakan lebih dari 40 ribu pekerjaan baru dari 1.028 titik SPPG (Sentra Penyediaan Pangan Gratis) yang aktif, belum termasuk lapangan kerja dari mitra usaha di tiap lokasi.

5. Memperkuat Sumber Daya Manusia

Program strategis di sektor SDM meliputi MBG, Cek Kesehatan Gratis, pendirian Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan, renovasi puluhan ribu sekolah, pengadaan smart board di kelas-kelas serta peningkatan tunjangan guru yang disalurkan langsung.

6. Melanjutkan Hilirisasi dan Industrialisasi

Pemerintah mendirikan BPI Danantara sebagai badan khusus untuk memperkuat hilirisasi terhadap 28 komoditas strategis nasional. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada investasi asing dan memastikan keberlanjutan industri nasional.

7. Mensejahterakan Desa

Lewat program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, perputaran uang di desa meningkat drastis dari Rp1 miliar menjadi Rp8 miliar per tahun. Dampaknya terasa langsung pada pertumbuhan ekonomi desa yang lebih merata.

8. Pemberantasan Korupsi

Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita poin ke-7. Pemerintah mendukung aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus-kasus besar yang merugikan negara.

Dengan pendekatan strategis dan berbasis data, Presiden Prabowo membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih mandiri, adil, dan berdaya saing tinggi.

“Presiden kita punya langkah-langkah taktis yang tepat sasaran. Pemahaman publik terhadap strategi ini akan memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat menuju Indonesia Maju,” tutup Noudhy. (rdr/pco)