BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Menjelang puncak libur lebaran tahun ini, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, diperkirakan akan mengalami lonjakan okupansi hotel yang signifikan. Selain dipengaruhi oleh kepulangan perantau, Bukittinggi yang dikenal sebagai destinasi wisata utama di Sumatera Barat, juga menjadi magnet bagi wisatawan lokal.
General Manager Hotel Santika Bukittinggi, Alik Hidayat, mengungkapkan bahwa tingkat hunian hotel pada musim libur kali ini diprediksi akan naik signifikan, seiring dengan antusiasme wisatawan yang datang. “Kami optimis okupansinya akan naik, seperti tahun-tahun sebelumnya, baik pada libur lebaran maupun tahun baru. Bukittinggi memang menjadi tujuan utama wisatawan Sumbar,” kata Alik pada Kamis, 27 Maret 2025.
Saat ini, sebanyak 60 persen dari 130 kamar Hotel Santika telah terpesan, mayoritas oleh pengunjung dari Provinsi Riau. “Sebagian besar datang dari Pekanbaru. Biasanya, pada H-2 Lebaran, semua kamar sudah penuh dan okupansi mencapai 100 persen,” tambahnya.
Alik juga mengungkapkan bahwa tingkat hunian tinggi diperkirakan akan berlanjut hingga sepuluh hari setelah Lebaran. Pengunjung diminta untuk melakukan pemesanan melalui situs resmi hotel, guna mendapatkan harga yang lebih kompetitif dan mempermudah proses reservasi.
Selain itu, optimisme tentang lonjakan okupansi juga dipengaruhi oleh dua hari besar liburan, Idul Fitri dan Nyepi, serta cuti bersama yang berlangsung hingga 7 April 2025. Cuaca yang sangat baik di Bukittinggi saat ini turut menjadi daya tarik, berbeda dengan tahun sebelumnya yang sempat terhambat oleh bencana banjir lahar dingin yang memutus akses jalan nasional.
Dion (45), seorang pemudik dari Jakarta, mengungkapkan bahwa ia bersama keluarganya memilih menginap di hotel karena rumah sudah penuh. “Kami memutuskan untuk menginap di hotel karena rumah sudah penuh dengan keluarga. Cuaca yang bagus dan perbaikan fasilitas di Bukittinggi menjadi alasan kami memilih berlebaran di kampung halaman,” ujarnya.
Ia juga berharap perbaikan infrastruktur seperti pengecatan ulang Jam Gadang dan Jembatan Limpapeh dapat mengurangi masalah kemacetan di kota tersebut. “Semoga dengan pemerintahan baru, masalah macet dapat diatasi dengan lebih baik,” tambahnya. (rdr/ant)





