PADANG, RADARSUMBAR.COM – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa perlu dilakukan kajian mendalam terkait usulan penambahan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebagai upaya untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan BBM di daerah ini.
“Berdasarkan identifikasi, lokasi TBBM harus berada dekat dengan teluk. Kami minta PT Pertamina Patra Niaga untuk melakukan kajian mengenai teluk yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai terminal terintegrasi,” kata Yuliot Tanjung di Padang, Rabu (26/3).
Pernyataan tersebut disampaikan Wamen ESDM saat berkunjung ke Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, Kota Padang, sekaligus mengecek kesiapan pasokan energi selama libur Idul Fitri 1446 Hijriah di Ranah Minang.
Saat ini, hanya terdapat satu terminal terintegrasi di Sumbar, yaitu TBBM Teluk Kabung yang melayani kebutuhan BBM untuk 19 kabupaten dan kota di provinsi ini. Bahkan, sebagian pasokan minyak di TBBM Teluk Kabung juga didistribusikan ke Provinsi Bengkulu.
“Kami sudah melakukan pengecekan di Terminal Terintegrasi Teluk Kabung dan melihat kapasitas maksimal yang ada,” ujar Yuliot.
Dijelaskan juga bahwa untuk beberapa jenis BBM, cadangan secara rata-rata nasional lebih dari 20 hari. Namun, untuk TBBM Teluk Kabung, cadangannya kurang dari 20 hari untuk memenuhi kebutuhan energi di Sumbar. Mengingat keterbatasan pasokan dan luasnya jangkauan distribusi, Kementerian ESDM menyambut baik usulan penambahan TBBM di Sumbar.
“Harapannya, di Sumbar dapat dibangun satu terminal terintegrasi tambahan seperti di Teluk Kabung,” tambahnya.
TBBM merupakan fasilitas industri yang berfungsi untuk menyimpan dan mendistribusikan BBM ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Penambahan terminal ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi tingginya kebutuhan energi di Sumbar.
Sementara itu, Komite BPH Migas, Harya Adityawarman, menekankan bahwa pembangunan TBBM tambahan memerlukan kajian mendalam, baik dari sisi kapasitas maupun lokasi.
“Perlu kajian yang komprehensif agar nantinya benar-benar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. (rdr/ant)





