JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menjelang Hari Lebaran yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret 2025, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa harga-harga sembako masih terkendali. Hal ini disampaikan oleh Presiden setelah meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis.
“Alhamdulillah, saya lihat dalam kurang dari seminggu menuju Lebaran, harga pangan sembako terkendali. Kami sudah merencanakan yang terbaik,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah bekerja keras untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama yang akan mudik. Menurutnya, berbagai fasilitas telah disiapkan, seperti penurunan harga transportasi, tiket pesawat, kereta api, dan tarif jalan tol.
“Transportasi sudah kami turunkan, harga pesawat sudah kami turunkan, tiket kereta api juga, serta jalan tol. Kami akan terus fasilitasi sebaik mungkin untuk rakyat kita,” tegasnya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki birokrasi agar lebih efektif dan efisien.
“Kami sedang berjuang untuk mengurangi birokrasi dan regulasi yang berbelit-belit. Kami ingin ekonomi yang efisien, agar bisa bersaing dan semakin cepat menuju negara yang sejahtera,” ujar Presiden.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga beras dan minyak goreng tidak boleh mengalami kenaikan, karena produksi kedua komoditas tersebut melimpah. “Saya intens berkoordinasi dengan jajaran Kementan, dan hasil pantauan kami menunjukkan bahwa secara umum harga bahan pokok stabil,” ujar Menteri Amran saat jumpa pers di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (18/3).
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 20 Maret 2025 juga mencatat bahwa harga minyak goreng curah tetap stabil di Rp18.750 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan bermerek 1 berada di harga Rp22.200 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek 2 di Rp21.100 per kilogram. Sementara itu, harga ayam ras segar dan telur masing-masing stabil di Rp35.950 per kilogram dan Rp30.250 per kilogram. (rdr/ant)






