BERITA

Mensos: Sekolah Rakyat Butuh 700 Guru Bersertifikat PPG, Rekrutmen Dimulai April

1
×

Mensos: Sekolah Rakyat Butuh 700 Guru Bersertifikat PPG, Rekrutmen Dimulai April

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf melakukan tanya jawab dengan media usai meninjau kesiapan Sekolah Rakyat di Pusdiklat Kemensos, Jakarta Selatan pada Kamis pagi (20/3/2025). (ANTARA/Hana Kinarina)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa Program Sekolah Rakyat akan membutuhkan sekitar 700 tenaga pengajar yang telah bersertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG). Jumlah ini disesuaikan dengan kapasitas murid yang dapat diterima di seluruh Sekolah Rakyat yang dijadwalkan mulai beroperasi pada bulan Juli mendatang.

“Kemarin sudah dihitung sementara. Jadi dari 2.000 lebih murid yang akan diterima, kami membutuhkan sekitar 700 guru dan pamong untuk mengajar,” kata Mensos usai meninjau kesiapan Sekolah Rakyat di Pusdiklat Kemensos, Jakarta Selatan, Kamis pagi.

Terkait mekanisme seleksi guru, Mensos menjelaskan bahwa Kemensos bersama Tim Formatur Sekolah Rakyat telah meminta Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen untuk menyeleksi sekitar 60 ribu guru PPG Prajabatan. Seleksi ini akan mempertimbangkan kedekatan lokasi domisili guru dengan lokasi Sekolah Rakyat.

“Yang tinggal dekat dengan sekolah akan diprioritaskan. Misalnya, Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan, ya kita prioritaskan guru yang berada di sekitar Jakarta Selatan. Jika tidak ada, baru dipilih guru dari daerah yang lebih jauh seperti Jakarta Barat atau Jakarta Timur,” jelas Mensos.

Sebelumnya, pada Selasa (19/3) di Jakarta, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh mengungkapkan bahwa pihaknya akan mencari dan menyeleksi guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki empati sosial dalam mengajar di Sekolah Rakyat.

“Meskipun mereka sudah lulus PPG, kami tetap akan melakukan tes untuk mengetahui apakah para guru tersebut memiliki empati sosial, karena kami tidak hanya mencari guru yang kompeten secara akademik, tetapi juga yang memiliki empati terhadap siswa,” ujar Nuh.

Ia juga menyampaikan bahwa proses rekrutmen guru untuk Sekolah Rakyat akan dimulai pada awal April, bersamaan dengan seleksi penerimaan murid untuk sekolah tersebut. Para guru yang lolos seleksi nantinya akan mengikuti pelatihan selama satu bulan, yang kemudian dilanjutkan dengan masa orientasi. Diharapkan pada awal Juli, para guru sudah siap untuk mengajar.

“Rekrutmen dimulai April, pelatihan pada Mei, dan orientasi lanjut. Jadi, awal Juli mereka sudah siap mengajar,” tutup Nuh. (rdr/ant)