PESISIR SELATAN

Banjir Rendam 72 Rumah di Pesisir Selatan, BPBD Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

1
×

Banjir Rendam 72 Rumah di Pesisir Selatan, BPBD Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Petugas BPBD Kabupaten Pesisir Selatan melakukan asesmen atau pendataan terhadap warga terdampak banjir di wilayah tersebut pada Rabu malam (12/3/2025). (Antara/HO-Humas BPBD Provinsi Sumbar)

PAINAN, RADARSUMBAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan, banjir yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan pada Rabu malam (12/3) telah merendam sedikitnya 72 rumah warga.

“Banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi sejak siang hingga sore, yang menyebabkan meluapnya Sungai Batang Palangai Gadang dan Sungai Batang di Kampung Tangah, Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan,” ungkap Juru Bicara BPBD Provinsi Sumbar, Ilham Wahab, di Padang, Kamis.

Berdasarkan laporan BPBD, banjir terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan berdampak pada dua lokasi, yaitu Nagari Palangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, dan Kampung Pasar Melintang, Nagari Kampung Tengah, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Di Nagari Palangai, sekitar 60 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 50-150 sentimeter. Sementara itu, di Nagari Kampung Tangah, 12 rumah terendam dengan ketinggian air 50-100 sentimeter.

“Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dan kerugian material masih dalam pendataan,” kata Ilham.

Menyikapi bencana tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Search and Rescue (SAR) dan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Pesisir Selatan bersama instansi terkait lainnya langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan.

“Hasil asesmen di lapangan sudah dilaporkan kepada BPBD Provinsi Sumbar untuk segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Saat ini, kondisi air di dua nagari yang terdampak banjir sudah mulai surut, namun BPBD terus mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras yang berpotensi menyebabkan banjir susulan.

Terpisah, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, meminta masyarakat di Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan terkait potensi cuaca ekstrem di puncak musim hujan.

“Di bulan Maret, khususnya saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa, ada potensi terjadinya cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai,” pungkasnya. (rdr/ant)