JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Pertahanan (Menhan) Lenis Kogoya menegaskan bahwa isu yang menyebutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua mengandung racun dan bertujuan genosida adalah hoaks. Ia memastikan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan anak-anak dan kelompok rentan mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi.
“Saya datang ke sini untuk menjaga kedaulatan negara dan melindungi isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas. Saya melihat di media sosial ada isu bahwa MBG berisi racun dan genosida. Saya tegaskan, itu tidak benar,” ujar Lenis dalam acara sosialisasi MBG di Kantor Pemerintah Provinsi Papua, Jayapura, Rabu.
Lenis menegaskan bahwa gizi yang baik adalah kunci utama untuk membangun masyarakat yang sehat. Ia menambahkan bahwa negara tidak ada niat untuk meracuni atau membunuh warganya sendiri melalui program ini.
“Sesuai dengan tujuan MBG, negara memastikan anak-anak dan kelompok rentan mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi,” katanya.
Lenis juga mengingatkan para kepala sekolah untuk menindak tegas oknum yang mencoba mengajak anak-anak untuk berunjuk rasa menentang MBG. “Jika ada yang berani mengajak anak-anak berdemonstrasi, silakan ditangkap. Demonstrasi boleh dilakukan, tetapi anak-anak harus fokus pada pendidikan,” tegasnya.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Provinsi Papua, Ramses Limbong, menekankan pentingnya sosialisasi manfaat MBG di Papua. Menurutnya, program MBG akan dibagikan secara bertahap di wilayah Jayapura setelah Idul Fitri 2025.
“Sosialisasi ini sangat penting karena sebelumnya ada penolakan, dan kita perlu terus mengedukasi masyarakat mengenai manfaat MBG,” ungkap Ramses.
Ramses juga menambahkan bahwa Pemprov Papua sedang berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyediakan lahan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), dengan empat titik sudah siap, antara lain di Keerom, Abepura, Waena, dan Sentani.
Di wilayah Jayapura, terdapat 18 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan mengelola MBG, termasuk di SPPG yang sedang dibangun di masing-masing wilayah. (rdr/ant)






