PADANG PARIAMAN

Bupati Padang Pariaman: Batasi Penggunaan Gawai pada Anak untuk Jaga Kesehatan dan Perkembangan

0
×

Bupati Padang Pariaman: Batasi Penggunaan Gawai pada Anak untuk Jaga Kesehatan dan Perkembangan

Sebarkan artikel ini
Bupati Padang Pariaman Sumbar John Kenedy Azis memberikan sambutan pada pelaksanaan Safari Ramadan di Masjid Raya Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam pada Senin malam (10/3). ANTARA/Aadiaat M. S.

PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis meminta warga dan jajaran dinas pendidikan di daerah itu untuk membatasi penggunaan gawai (telepon pintar) pada anak guna menjaga kesehatan, perkembangan, dan keseimbangan anak.

“Gawai dapat merusak kesehatan dan karakter anak, padahal mereka adalah tumpuan harapan kita,” kata John Kenedy Azis di Parit Malintang, Selasa.

Ia menyadari bahwa penggunaan gawai memiliki sisi positif, namun perangkat teknologi tersebut juga memiliki dampak negatif yang harus dikendalikan agar tidak merusak kesehatan dan karakter anak.

Oleh karena itu, John meminta orang tua untuk membatasi penggunaan gawai pada anak mereka dan juga melarang jajaran dinas pendidikan memberikan tugas yang mengharuskan siswa mencari referensi lewat internet. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap perangkat elektronik.

“Untuk mencari materi pembelajaran pada usia SD dan SMP, seharusnya tidak melalui gawai, melainkan menggunakan buku-buku seperti yang dilakukan oleh generasi sebelumnya yang banyak di antaranya berhasil,” tegasnya.

Ia juga melarang siswa SD dan SMP membawa gawai ke sekolah untuk menghindari pengaruh buruk teknologi di lingkungan pendidikan.

Penggunaan gawai, lanjutnya, seharusnya dimulai pada usia SMA, di mana anak-anak mulai memahami manfaat perangkat teknologi tersebut.

Menurut Bupati, menyayangi anak tidak hanya melalui pemberian harta, tetapi dengan penuh kasih sayang, perhatian, dan keterlibatan langsung dalam aktivitas mereka, seperti bermain bersama atau membantu mereka mengerjakan tugas sekolah.

John juga mengingatkan orang tua untuk tidak membiarkan anak bermain sendirian dengan gawai. Selain menghindari pengaruh negatif dari teknologi, hal ini juga untuk mencegah anak menjadi korban kejahatan seksual yang semakin marak.

“Bermain dengan Hp (gawai) sendirian dapat membuka aplikasi-aplikasi yang tidak seharusnya mereka gunakan,” katanya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan menerapkan sistem pembelajaran lima hari dalam seminggu untuk meningkatkan kualitas kebersamaan anak dengan orang tua.

Permintaan Bupati Padang Pariaman tentang pembatasan penggunaan gawai pada anak ini juga disampaikan dalam Safari Ramadan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi juga mengusulkan agar tugas sekolah tidak lagi diberikan melalui gawai, melainkan secara manual, sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan anak pada perangkat elektronik.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Mendikdasmen Prof Mu’ti, Kementerian PPPA mengusulkan untuk mengurangi penggunaan gadget di lingkungan anak-anak. Bagaimana bila tugas sekolah itu tidak lagi menggunakan gadget, tetapi secara manual seperti sebelum masa COVID-19,” ujar Arifah Fauzi di Jakarta.

Usulan ini juga mendukung rencana Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk membatasi penggunaan media sosial oleh anak. Arifah Fauzi juga mengusulkan agar ada buku penghubung antara sekolah dan orang tua agar terjalin komunikasi dua arah dalam memantau perkembangan belajar anak. (rdr/ant)