PADANG, RADARSUMBAR.COM – Sebuah insiden penusukan tragis terjadi di kawasan Simpang Brimob, Lubuk Buaya, Kota Padang, pada Minggu (9/3/2025) malam sekitar pukul 21.20 WIB.
Seorang pria ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam sebuah barbershop dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Korban diketahui bernama Rian (35), seorang karyawan barbershop yang berasal dari Bengkulu. Diduga kuat, aksi pembunuhan ini dipicu masalah asmara antar sesama jenis.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sempat terdengar suara cekcok dan teriakan minta tolong dari dalam barbershop sebelum akhirnya menemukan korban dalam kondisi kritis.
“Sempat terdengar keributan dan suara minta tolong dari dalam barbershop. Namun, kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tak disebutkan.
Setelah insiden tersebut, warga segera membawa korban ke Puskesmas Lubuk Buaya untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dibawa ke RS Bhayangkara Padang.
Polisi bergerak cepat dalam mengusut kasus ini. Kurang dari enam jam setelah kejadian, petugas berhasil menangkap terduga pelaku di kawasan Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan pada Senin (10/3/2025) sekitar pukul 02.30 WIB.
Pelaku diketahui bernama Yusuf Imam Abiyi (20), warga Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah. pelaku sempat melarikan diri ke rumah kerabatnya setelah melakukan aksi penusukan.
Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino membenarkan terkait penangkapan tersebut. Hasil penyelidikan awal mengungkapkan bahwa motif penusukan berkaitan dengan hubungan asmara sesama jenis.
Pelaku merasa cemburu terhadap kedekatan korban dengan pria lain, yang akhirnya memicu pertengkaran hebat di dalam barbershop tempat korban bekerja.
“Pelaku cemburu dan sakit hati karena korban memiliki kedekatan dengan pria lain. Saat pertengkaran terjadi, pelaku kehilangan kendali dan menusuk korban hingga menyebabkan kematian,” jelas Kompol Afrino.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus ini lebih lanjut, termasuk memeriksa saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian serta mengumpulkan bukti tambahan.
Sementara itu, jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk keperluan autopsi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (rdr/ist)






