PASAMAN

Pemkab Pasaman Tingkatkan Fasilitas Wisata Religi di Kawasan Equator Bonjol

0
×

Pemkab Pasaman Tingkatkan Fasilitas Wisata Religi di Kawasan Equator Bonjol

Sebarkan artikel ini
Bupati Pasaman Sabar AS bersama jajaran pengurus Badan Pengelola Masjid Raya Syuhada Tuanku Imam Bonjol, Kecamatan Bonjol yang berlokasi di kawasan Wisata Equator Bonjol.ANTARA/Heri Sumarno

LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, terus berupaya meningkatkan fasilitas dan layanan sarana ibadah di kawasan wisata terpadu Equator Bonjol. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan membentuk pengurus resmi Badan Pengelola Masjid Raya Syuhada Tuanku Imam Bonjol, yang terletak di kawasan Wisata Equator Bonjol, Kecamatan Bonjol.

Bupati Pasaman, Sabar AS, mengungkapkan bahwa keberadaan Masjid Raya Syuhada sangat strategis karena berada di kawasan wisata. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk memperbaiki struktur pengurus dan meningkatkan fasilitas masjid untuk melayani para pengunjung.

“Masjid Syuhada ini menjadi bagian dari wisata religi yang penting. Pengunjung yang datang untuk beribadah juga dapat menikmati wisata sejarah dan edukasi di tanah kelahiran Imam Bonjol,” ujar Sabar AS di Lubuk Sikaping, Kamis.

Masjid ini, lanjutnya, merupakan simbol dari program unggulan daerah Pasaman, yakni Pasaman Berimtaq, yang menggabungkan unsur religi dan wisata. Bupati Sabar AS berjanji akan terus mendukung perkembangan keagamaan di wilayah tersebut.

“Kami mendukung penuh pengembangan masjid dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Segala inovasi yang bisa mendukung, kami akan dukung,” tegas Sabar AS.

Camat Bonjol, Ferta Daforsa, juga menyampaikan rencana pengembangan masjid dengan membuka akses jalan dari dalam kawasan Equator, serta memperbaiki tanaman dan pagar pembatas antara masjid dan kawasan wisata. Ferta berharap dengan dibukanya pagar tersebut, pengunjung masjid bisa lebih mudah mengakses lokasi tanpa harus menempuh jalan memutar.

“Kami juga berharap agar pagar di bagian belakang museum bisa dibuka dengan pintu agar masyarakat di sekitar museum dapat lebih mudah menuju masjid,” tambah Ferta. Ia pun menyatakan bahwa masyarakat sangat antusias jika rencana tersebut dapat terwujud.

Dengan peningkatan akses dan fasilitas ini, diharapkan kawasan wisata Equator Bonjol semakin menarik bagi wisatawan, sekaligus mewujudkan konsep religi wisata yang mengedepankan sejarah dan keagamaan. (rdr/ant)