KOTA SOLOK

Pemko Solok Gratiskan Air PDAM untuk Masjid dan Mushalla

0
×

Pemko Solok Gratiskan Air PDAM untuk Masjid dan Mushalla

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menghadiri Safari Ramadhan 1446 Hijriah ke masjid di Kota Solok. ANTARA/HO-Diskominfo Solok

SOLOK, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Solok, Sumatera Barat, menggratiskan penggunaan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk seluruh masjid dan mushalla yang ada di kota tersebut. Program ini merupakan inisiatif pertama yang diluncurkan oleh Pemko Solok, hasil kerja sama dengan Direktur PDAM.

“Insyaallah Pemko Solok segera meluncurkan air PDAM gratis untuk semua masjid dan mushalla se-Kota Solok. Ini adalah program pertama kami berkat kerja sama dengan direktur PDAM,” kata Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra di Solok, Rabu (5/3).

Program ini, yang mulai berlaku pada Maret 2025, akan menggratiskan tagihan air untuk semua masjid dan mushalla, dengan target awal sebanyak 131 masjid dan mushalla. “Kami berharap dengan program ini, semua masjid dan mushalla tidak perlu lagi membayar tagihan air kepada PDAM,” lanjut Ramadhani.

Sebanyak 131 masjid dan mushalla yang menjadi sasaran pertama sering mengalami keterlambatan dalam pembayaran tagihan air. Setelah berdiskusi dengan Direktur PDAM, pihaknya sepakat untuk memberikan deviden atau laba yang diberikan kepada Pemkot Solok dalam bentuk penggratisan air untuk tempat ibadah tersebut.

Selain itu, pada bulan Ramadhan ini, Pemko Solok juga meluncurkan program Pesantren Ramadhan, yang dirancang khusus untuk mengajarkan tahsin Al-Quran kepada anak-anak sekolah SD dan SMP se-Kota Solok. Program ini akan dimulai pada tanggal 7 Maret 2025.

Di sisi lain, Pemko Solok juga akan meluncurkan program BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 warga yang berisiko bekerja di luar rumah. Program ini bertujuan untuk memberikan jaminan kecelakaan kerja bagi warga Kota Solok yang bekerja di sektor informal.

“Insyaallah minggu depan kami akan meluncurkan seribu penerima BPJS Ketenagakerjaan bagi warga Kota Solok yang rentan terkena risiko sosial bekerja di luar rumah,” ungkap Ramadhani.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhani juga mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka di rumah guna menghindari terjadinya tawuran yang sempat marak beberapa bulan terakhir. “Salah satu cara yang paling ampuh mengantisipasi tawuran adalah dengan meningkatkan pengawasan orang tua di rumah,” tandasnya. (rdr/ant)