JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Operasi militer Israel di kamp pengungsi Tulkarem, Tepi Barat bagian utara, telah menyebabkan 12.000 warga Palestina mengungsi. Wakil Gubernur Tulkarem, Faisal Salama, mengungkapkan bahwa pasukan Israel masih menduduki dan mengepung kamp tersebut, mengusir penduduk dengan kekerasan dan senjata.
“Pasukan Israel menghancurkan rumah, jalan, gang, dan fasilitas lainnya di kamp ini,” ujar Salama. Ia menambahkan, sejak bulan lalu, 40 bangunan yang menampung 100 unit apartemen dihancurkan, sementara 10 rumah dibakar dan hampir 300 toko dirusak.
Salama mengkritik operasi militer Israel, yang menurutnya bertujuan untuk kepentingan politik dan mengubah struktur demografi di kamp pengungsi. Operasi ini telah berlangsung sejak 21 Januari, menyebabkan lebih dari 61 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi.
Ketegangan di wilayah Tepi Barat semakin meningkat, dengan lebih dari 923 warga Palestina tewas dan hampir 7.000 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. (rdr/ant/anadolu)






