PASAMAN BARAT

Pencarian Anak Terseret Ombak di Pantai Sikilang Selesai, Korban Ditemukan Meninggal

0
×

Pencarian Anak Terseret Ombak di Pantai Sikilang Selesai, Korban Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Pencarian anak hilang di Pantai Sikalang oleh Basarnas Padang. (dok. Basarnas Padang)
Pencarian anak hilang di Pantai Sikalang oleh Basarnas Padang. (dok. Basarnas Padang)

PASBAR, RADARSUMBAR.COM – Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua anak yang terseret ombak di Pantai Sikilang, Nagari Sikilang, Kecamatan Sungai Aua, Kabupaten Pasaman Barat.

“Dalam kejadian ini, satu korban berhasil selamat sementara satu lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Kepala Basarnas Padang, Abdul Malik, Selasa (25/2/2025).

Korban yang selamat adalah Zahid Hamidan R, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun yang merupakan warga Sikilang, Pasaman Barat.

Sementara itu, korban yang meninggal dunia adalah Urfa, seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang juga berasal dari daerah yang sama.

Tim SAR gabungan menemukan jenazah Urfa pada pukul 04.00 WIB di koordinat 0°6’7.58″U – 99°32’31.61″T, sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka. Pada pukul 05.30 WIB, dilakukan debriefing bersama seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini.

Setelah evaluasi dan koordinasi lebih lanjut, operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup, dan tim yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.

Dalam operasi pencarian dan penyelamatan ini, unsur yang terlibat antara lain Tim Rescue Pos SAR Pasaman yang terdiri dari lima orang, Polairud dengan dua personel, TNI AL dengan empat personel, BPBD Kabupaten Pasaman Barat dengan empat personel, serta nelayan dan masyarakat setempat yang turut membantu dengan jumlah sekitar 50 orang.

Untuk mendukung operasi ini, berbagai peralatan penyelamatan digunakan, termasuk Rescue Car Double Cabin, LCR dengan mesin Mopel 40 PK, peralatan komunikasi dan navigasi, peralatan medis, serta teknologi modern seperti drone thermal dan Aqua Eye.

Selain itu, peralatan pendukung lainnya juga digunakan untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi anak terseret ombak tersebut.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar pantai, terutama bagi anak-anak, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang. (rdr)